PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO–Kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palangka Raya ikut berdampak pada pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Bukit Hindu, kunjungan pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai menunjukkan peningkatan sejak kabut asap muncul pada akhir Juli lalu.
Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Hellyana, mengatakan peningkatan tersebut memang belum tergolong tajam. Namun, dibandingkan kondisi sebelum kabut asap muncul, jumlah pasien ISPA yang datang berobat mengalami kenaikan.
“Kalau untuk kasus ISPA memang ada peningkatan. Sebelum ada asap itu kisarannya sekitar 14 orang, sekarang kunjungannya sudah di kisaran 20-an orang per hari,” ujarnya, Rabu (5/8).
Menurutnya, peningkatan tersebut mulai terlihat ketika kabut asap mulai muncul sejak akhir Juli. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kunjungan pasien ISPA masih berada di kisaran 20 orang per hari. Meski demikian, kondisi tersebut belum sampai menyebabkan lonjakan hingga 50 persen seperti yang pernah terjadi ketika kabut asap berada pada kondisi lebih parah di tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang masih sekitar 20- an per hari. Memang meningkat, tetapi belum sampai 50 persen. Mudah-mudahan tidak semakin naik karena kondisi asap juga kita lihat masih berubah-ubah,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan berdasarkan pemantauan sementara, jumlah pasien ISPA mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, peningkatan ini dipicu oleh perubahan cuaca yang disertai mulai munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Kota Cantik.
“Biasanya ketika terjadi perubahan cuaca dari kondisi normal menjadi lebih panas, dalam waktu kurang lebih dua minggu memang terjadi peningkatan kunjungan pasien ISPA. Saat ini ada kenaikan sekitar 10 sampai 15 persen, tetapi belum terlalu tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat ditangani fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, Dinkes terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus karena musim kemarau masih berlangsung dan potensi karhutla belum berakhir.
“Kalau kualitas udara semakin memburuk dan paparan asap terus meningkat, tentu jumlah kasus ISPA juga berpotensi bertambah. Karena itu kami terus memantau perkembangan di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya. (zia/ala/kpg)


