PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO -Peluang Adhyaksa FC, menjadikan Palangka Raya sebagai markas untuk mengarungi kompetisi Super League musim depan semakin menguat. Setelah Presiden klub, Eko Setyawan bersama Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran melakukan peninjauan ke Stadion Tuah Pahoe, Kamis malam (11/6/2026).
“Kami datang ke Palangka Raya untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan pak gubernur terkait kerja sama pembangunan sepak bola di Kalimantan Tengah. Saat itu beliau menyampaikan bahwa daerah ini memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi pemain profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia,” kata Eko Setyawan, Jumat (12/6/2026).
Kehadiran klub promosi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu disambut positif karena dinilai dapat menghidupkan kembali gairah sepak bola di Kalimantan Tengah sekaligus membuka peluang pengembangan talenta lokal.
“Sekarang Adhyaksa FC sudah berada di level Super League. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Selain menghadirkan tim senior di kompetisi elite nasional, Adhyaksa FC juga berencana membawa program pembinaan usia muda yang terintegrasi melalui Elite Pro Academy.
“Kami tidak hanya datang dengan tim senior. Kami juga membawa program Elite Pro Academy. Nantinya, anak-anak asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas untuk mendapatkan kesempatan berkembang dan berkompetisi di level nasional,” tegasnya.
Menurut Eko, keberadaan klub profesional tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya aktivitas usaha dan pariwisata olahraga.
“Kami datang dengan manajemen yang profesional. Adhyaksa FC lahir dari kompetisi amatir dan berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam waktu empat tahun. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1,” ungkapnya.
Dia menambahkan keberhasilan rencana tersebut memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, pelaku sepak bola, hingga kelompok suporter.
“Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah,” katanya.
Eko juga berharap, sepak bola dapat menjadi sarana hiburan yang inklusif sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
“Saya berharap sepak bola bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, menjadi sarana wisata olahraga, dan tempat bersilaturahmi bersama teman maupun rekan kerja di stadion. Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat,” tutupnya. (adr)


