PROKALTENG.CO  – Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) membangun tiga sumur bor air dan melakukan normalisasi kanal di kawasan Tumbang Nusa dan Desa Taruna, Kabupaten Pulang Pisau.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau.
Pembangunan sumur tersebut bertujuan menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara cepat oleh tim pemadam saat melakukan operasi pemadaman di lapangan, terutama ketika akses terhadap sumber air alami terbatas.
Selain itu, Dishut Kalteng juga melakukan kegiatan normalisasi kanal di kawasan rawan kebakaran di wilayah Tumbang Nusa sebagai bagian dari strategi pengelolaan tata air di lahan gambut guna menekan potensi munculnya titik api.
Dalam pelaksanaannya, Dishut Kalteng mengerahkan dua unit alat berat ekskavator untuk melakukan normalisasi jalur kanal. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air sehingga kondisi lahan tetap basah, terutama pada area gambut yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran yang menekankan agar seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat langkah pencegahan, serta melakukan penanganan karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan guna melindungi masyarakat dari dampak bencana asap.
Kepala Dishut Kalteng, Dr. Agustan Saining mengatakan, keberadaan sumur air menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk mendukung efektivitas penanganan karhutla selama musim kemarau.
“Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah terus bersiaga dalam menangani karhutla di sejumlah titik rawan kebakaran di Kalimantan Tengah. Seluruh personel beserta peralatan telah disiagakan agar setiap laporan titik api dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya, Rabu (29/7).
Menurutnya, pembangunan tiga sumur bor air di kawasan Tumbang Nusa diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman saat terjadi kebakaran, sehingga api tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
Selain upaya penanganan, Dishut Kalteng juga terus mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli terpadu, pemantauan titik panas, edukasi kepada masyarakat, serta mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dia menjelaskan, pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Normalisasi kanal merupakan bagian penting dari upaya mitigasi karhutla. Dengan menjaga tata kelola air di lahan gambut, kita berupaya mencegah munculnya titik api sejak dini. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi hutan, lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan tata air menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kelembapan lahan gambut sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan. Upaya preventif tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur H. Agustiar Sabran yang mengajak seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan relawan untuk bersatu menjaga Kalimantan Tengah agar tetap bebas dari bencana kabut asap.(hfz)


