Kemenangan telak 3-0 Persija Jakarta atas Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026, Sabtu (11/4) malam, bukan sekadar soal tiga poin. Laga itu menjadi panggung pembuktian kualitas Allano Brandon yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Satu gol dari titik putih serta satu assist untuk Eksel Runtukahu menjadi bukti konkret kontribusi Allano. Penampilannya kian lengkap setelah dinobatkan sebagai Oppo Player of The Match dalam duel panas super league Persija kontra Persebaya tersebut.
Allano tak menampik kemenangan atas Persebaya ini sangat berarti bagi tim berjuluk Macan Kemayoran. Apalagi, hasil tersebut mengakhiri tren negatif setelah tiga laga tanpa kemenangan Persija di super league.
”Setelah tiga pertandingan tanpa kemenangan, kami memang memiliki tekad untuk bisa menang di hadapan suporter dan terima kasih Tuhan akhirnya kami bisa mendapat tiga poin penting,” kata Allano.
”Kemenangan ini pastinya jadi bukti dimana seharusnya kami berada. Saya juga semakin percaya diri setelah gol yang saya cetak untuk tim,” sambung diaa.
Pemain bernomor punggung 17 itu juga menegaskan kemenangan bukan hasil kerja individu semata. Seluruh pemain disebutnya tampil habis-habisan demi mengamankan tiga poin di kandang.
”Seluruh pemain bekerja sangat keras untuk kemenangan ini, bukan hanya saya,” imbuh allano lagi.
Lebih lanjut, Allano mengungkap faktor lain di balik keberhasilan Persija Jakarta menumbangkan Green Force. Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi salah satu kunci penting.
”Kami tahu bahwa akan menghadapi lawan yang kuat. Tapi kami juga punya kekuatan ketika bermain di GBK bersama para suporter. Kami pun mampu menjaga ritme sejak awal dan menikmati pertandingan,” tandas Allano.
Di balik performa gemilang tersebut, statistik Allano musim ini memang berbicara banyak. Dari total 23 pertandingan yang semuanya sebagai starter, dia nyaris tak tergantikan dengan rata-rata bermain 89 menit per laga.
Kontribusi ofensifnya juga tak bisa dianggap remeh. Enam gol dan sembilan assist menjadi bukti dia bukan sekadar pelari di sisi sayap, tetapi juga penentu hasil pertandingan.
Menariknya, Allano mencatatkan rata-rata 3,1 key passes per game. Angka ini menegaskan perannya sebagai kreator utama serangan Persija Jakarta dari sisi kanan lapangan.
Tak hanya itu, akurasi umpannya mencapai 82 persen dengan rata-rata 33,6 umpan sukses per pertandingan. Catatan ini tergolong tinggi, mengingat dia bermain di area sayap yang sarat tekanan dari lawan.
Dari sisi penyelesaian akhir, Allano juga cukup aktif. Dia mencatatkan rata-rata 2,3 tembakan per laga dengan 0,9 di antaranya tepat sasaran.
Jika melihat lebih dalam melalui analisis area aktivitas, pergerakan Allano sangat dominan di sisi kanan lapangan. Intensitas tinggi terlihat sejak garis tengah hingga sepertiga akhir lapangan.
Heatmap Allano Lima di Persija Jakarta musim ini.
Namun, dia tidak hanya terpaku di garis tepi. Allano kerap melakukan penetrasi ke half-space kanan bahkan sesekali masuk ke dalam kotak penalti lawan.
Pergerakan ini memperlihatkan fleksibilitasnya sebagai pemain sayap modern. Dia mampu membuka ruang sekaligus menjadi ancaman langsung ke pertahanan lawan.
Perannya pun bisa dikategorikan sebagai classic winger sekaligus wide playmaker. Allano menjadi motor utama dalam transisi menyerang Persija Jakarta.
Dominasi di sisi kanan juga berbanding lurus dengan produktivitas assist yang dia catatkan. Sembilan assist musim ini menunjukkan kontribusinya sangat vital dalam menciptakan peluang.
Akurasi crossing sebesar 44 persen menjadi nilai tambah yang signifikan. Angka tersebut tergolong impresif untuk pemain sayap dengan intensitas umpan tinggi.
Biasanya, winger dengan volume crossing besar hanya memiliki akurasi di bawah 35 persen. Namun Allano mampu melampaui standar tersebut dengan konsistensi yang mengesankan.
Selain itu, kemampuannya menjaga penguasaan bola juga patut diapresiasi. Bermain di area bertekanan tinggi tak membuatnya kehilangan efektivitas dalam distribusi bola.
Hal ini terlihat dari tingginya akurasi umpan yang tetap stabil sepanjang musim. Dia mampu menjadi penghubung antar lini sekaligus pengatur tempo serangan.
Dengan performa seperti ini, Allano jelas menjadi salah satu pemain kunci Persija Jakarta musim ini. Keberadaannya di sisi kanan memberi dimensi berbeda dalam pola permainan tim.
Setelah kemenangan atas Persebaya Surabaya, tantangan berat sudah menanti. Persija Jakarta dijadwalkan menjalani dua laga tandang beruntun dalam waktu dekat.
Mereka akan menghadapi PSBS Biak pada 18 April 2026. Empat hari berselang, Macan Kemayoran kembali bertandang ke markas PSIM Jogjakarta.
Konsistensi Allano tentu akan kembali diuji dalam dua laga tersebut. Jika mampu menjaga performa, bukan tidak mungkin dia kembali menjadi pembeda bagi Persija Jakarta.(jpc)


