Rupiah Tembus Rp18.000, BEM SI Ultimatum Pemerintah 18 Hari, Aksi Reformasi Jilid 2

Ancam Reformasi Jilid 2

Ketua BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Kailani Rizqy Pratama, menyebut angka 18 hari dipilih sebagai simbol atas nilai tukar rupiah yang telah berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Ia menyatakan pemerintah memiliki waktu untuk menunjukkan langkah nyata dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

“Kami memberikan waktu 18 hari kepada pemerintah untuk membuktikan keberpihakan kepada rakyat melalui kebijakan yang konkret,” katanya.

Jika tidak ada perubahan yang dinilai signifikan, mahasiswa mengaku siap menggalang konsolidasi yang lebih luas.

Ancaman tersebut diwujudkan melalui rencana aksi bertajuk Reformasi Jilid 2, sebuah istilah yang mengingatkan publik pada gerakan mahasiswa 1998 yang berujung pada perubahan besar dalam lanskap politik Indonesia.

Baca Juga :  P3K Berpeluang Diangkat Jadi PNS, RUU ASN 2025 Siap Ubah Nasib Jutaan Pegawai Pemerintah

Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa semangat yang mereka bawa adalah perjuangan konstitusional untuk mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kesulitan yang dirasakan masyarakat.

Electronic money exchangers listing

Ekonomi Tak Hanya Soal Kurs

Pengamat ekonomi menilai pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai, namun tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kesehatan ekonomi nasional. Faktor global seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga arus modal asing turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ancam Reformasi Jilid 2

Ketua BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Kailani Rizqy Pratama, menyebut angka 18 hari dipilih sebagai simbol atas nilai tukar rupiah yang telah berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Ia menyatakan pemerintah memiliki waktu untuk menunjukkan langkah nyata dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Electronic money exchangers listing

“Kami memberikan waktu 18 hari kepada pemerintah untuk membuktikan keberpihakan kepada rakyat melalui kebijakan yang konkret,” katanya.

Jika tidak ada perubahan yang dinilai signifikan, mahasiswa mengaku siap menggalang konsolidasi yang lebih luas.

Ancaman tersebut diwujudkan melalui rencana aksi bertajuk Reformasi Jilid 2, sebuah istilah yang mengingatkan publik pada gerakan mahasiswa 1998 yang berujung pada perubahan besar dalam lanskap politik Indonesia.

Baca Juga :  P3K Berpeluang Diangkat Jadi PNS, RUU ASN 2025 Siap Ubah Nasib Jutaan Pegawai Pemerintah

Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa semangat yang mereka bawa adalah perjuangan konstitusional untuk mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kesulitan yang dirasakan masyarakat.

Ekonomi Tak Hanya Soal Kurs

Pengamat ekonomi menilai pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai, namun tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kesehatan ekonomi nasional. Faktor global seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga arus modal asing turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Terpopuler

Artikel Terbaru