Kemenhut Siapkan Call Center 24 Jam Pasca Temuan Satwa Terdampak Karhutla di Kalteng

PROKALTENG.CO-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah tersebut dilakukan dengan kembali menggencarkan sosialisasi nomor call center kepada masyarakat.

Warga yang menemukan orangutan maupun satwa liar lainnya dalam kondisi terdampak karhutla diminta segera melaporkannya melalui jalur yang telah disediakan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, layanan pengaduan tersebut sebenarnya telah tersedia dan selama ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Kemenhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, serta sejumlah organisasi konservasi.

Kerja sama itu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI), dan OFI UK. Menurutnya, penguatan sosialisasi diperlukan agar masyarakat mengetahui dengan jelas pihak yang harus dihubungi saat menemukan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga :  Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 7 Hari

“Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” kata Raja Juli Antoni di Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9).

Laporan yang masuk nantinya akan ditindaklanjuti oleh tim penyelamat yang memiliki akses paling dekat dengan lokasi penemuan satwa. Tim tersebut dapat berasal dari BOSF, OFI, OFI UK, maupun BKSDA Kementerian Kehutanan.

Dengan mekanisme tersebut, kata Raja Juli, proses evakuasi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga satwa yang berada dalam kondisi terancam bisa segera mendapatkan penanganan.

Electronic money exchangers listing

Ia memastikan, kecepatan respons menjadi penting mengingat satwa dapat mengalami dampak langsung maupun tidak langsung akibat karhutla. Selain membangun kesadaran masyarakat melalui jalur pelaporan, Kemenhut juga berencana meningkatkan intensitas patroli penyelamatan satwa.

“Patroli yang sebelumnya dilakukan secara berkala akan ditingkatkan menjadi kegiatan harian di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif,” ucapnya.

Baca Juga :  Jelang Debat Pilgub Kedua: Paslon Ditantang untuk Lebih Kritis dan Solutif

Ia juga menekankan, peningkatan patroli akan dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, warga akan diberikan pemahaman mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan orangutan atau satwa liar lainnya, sekaligus diarahkan untuk tidak melakukan penanganan sendiri yang berpotensi membahayakan satwa.

Penguatan sistem respons tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhut meminimalkan dampak karhutla terhadap satwa liar. Sebab, ancaman terhadap satwa tidak hanya berasal dari kobaran api, tetapi juga paparan asap serta hilangnya habitat dan sumber makanan akibat kebakaran.

Adapun masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak karhutla dapat menghubungi call center 24 jam berikut:

– BKSDA Kalbar: 0811 577 6767
– BKSDA Kalteng: 0811 5218 500
– BKSDA Kaltim: 0821 1333 8181

(jpg)

PROKALTENG.CO-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah tersebut dilakukan dengan kembali menggencarkan sosialisasi nomor call center kepada masyarakat.

Warga yang menemukan orangutan maupun satwa liar lainnya dalam kondisi terdampak karhutla diminta segera melaporkannya melalui jalur yang telah disediakan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, layanan pengaduan tersebut sebenarnya telah tersedia dan selama ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Kemenhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, serta sejumlah organisasi konservasi.

Electronic money exchangers listing

Kerja sama itu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI), dan OFI UK. Menurutnya, penguatan sosialisasi diperlukan agar masyarakat mengetahui dengan jelas pihak yang harus dihubungi saat menemukan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga :  Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 7 Hari

“Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” kata Raja Juli Antoni di Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9).

Laporan yang masuk nantinya akan ditindaklanjuti oleh tim penyelamat yang memiliki akses paling dekat dengan lokasi penemuan satwa. Tim tersebut dapat berasal dari BOSF, OFI, OFI UK, maupun BKSDA Kementerian Kehutanan.

Dengan mekanisme tersebut, kata Raja Juli, proses evakuasi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga satwa yang berada dalam kondisi terancam bisa segera mendapatkan penanganan.

Ia memastikan, kecepatan respons menjadi penting mengingat satwa dapat mengalami dampak langsung maupun tidak langsung akibat karhutla. Selain membangun kesadaran masyarakat melalui jalur pelaporan, Kemenhut juga berencana meningkatkan intensitas patroli penyelamatan satwa.

“Patroli yang sebelumnya dilakukan secara berkala akan ditingkatkan menjadi kegiatan harian di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif,” ucapnya.

Baca Juga :  Jelang Debat Pilgub Kedua: Paslon Ditantang untuk Lebih Kritis dan Solutif

Ia juga menekankan, peningkatan patroli akan dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, warga akan diberikan pemahaman mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan orangutan atau satwa liar lainnya, sekaligus diarahkan untuk tidak melakukan penanganan sendiri yang berpotensi membahayakan satwa.

Penguatan sistem respons tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhut meminimalkan dampak karhutla terhadap satwa liar. Sebab, ancaman terhadap satwa tidak hanya berasal dari kobaran api, tetapi juga paparan asap serta hilangnya habitat dan sumber makanan akibat kebakaran.

Adapun masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak karhutla dapat menghubungi call center 24 jam berikut:

– BKSDA Kalbar: 0811 577 6767
– BKSDA Kalteng: 0811 5218 500
– BKSDA Kaltim: 0821 1333 8181

(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru