PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya mulai berdampak. Terhadap aktivitas warga di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar.
Jumlah pengunjung di kawasan tersebut disebut mengalami penurunan dibandingkan kondisi biasanya.
Hal itu disampaikan Ravelino. Salah seorang petugas keamanan RTH Bundaran Besar. Menurutnya. Penurunan aktivitas warga mulai terlihat dalam satu bulan terakhir, sejak Agustus hingga September.
“Kalau dipantau saya selama sebulan ini, dari bulan Agustus sampai September ini, ya ada sedikit penurunan aktivitas warga. Mungkin masih ada, tapi tidak seperti biasanya,” ujar Ravelino, saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Ia mengatakan. RTH Bundaran Besar biasanya ramai dikunjungi warga. Terutama pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Namun, kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap membuat aktivitas masyarakat di ruang terbuka tersebut tidak seramai biasanya.
Ravelino menyebut, kondisi asap yang terjadi di Palangka Raya tidak terlepas dari kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia menyinggung beberapa lokasi yang sebelumnya terdampak kebakaran. Di antaranya kawasan G Obos, Sabaru, hingga Tumbang Nusa.
Menurutnya. Kondisi udara saat ini juga perlu menjadi perhatian masyarakat. Meski masih ada warga yang datang untuk bersantai dan mencari suasana di luar rumah, masyarakat tetap diingatkan untuk menjaga kesehatan.
“Yang namanya masyarakat mungkin pengen keluar rumah dan santai di sini karena bosan. Khususnya di Palangka Raya yang pastinya kita harus menjaga kesehatan, minum vitamin, jaga kesehatan, istirahat yang cukup,” katanya
Tak hanya jumlah pengunjung yang berkurang, kondisi asap juga membuat sebagian pengunjung membatasi waktu beraktivitas di RTH.
Fajar Budiyono, salah seorang pengunjung mengaku kondisi udara saat ini cukup mengganggu kenyamanan ketika berada di ruang terbuka. Ia mengatakan, tujuan datang ke RTH biasanya untuk bersantai dan menikmati suasana, namun kondisi asap membuat aktivitasnya harus dibatasi.
“Jelas mengganggu karena saya biasanya ke sini karena pengen santai lihat suasana yang bagus. Tapi karena kita tahu kondisi udara saat ini lagi buruk, jelas sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas di sini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sebelum kondisi asap seperti sekarang. Dirinya biasa berada di RTH mulai pukul 16.00 WIB hingga malam. Namun, kini waktu kunjungannya dipangkas menjadi sekitar satu jam.
“Biasanya saya ke sini suka dari jam 4 sore sampai malam, tapi sekarang saya kurangi paling cuma sejam saja,” ujarnya.
Pengunjung tersebut juga melihat adanya perbedaan jumlah warga yang datang. Menurutnya, suasana RTH saat ini lebih sepi dibandingkan biasanya.
“Kalau dari kelihatannya memang berkurang, tidak seperti biasanya. Biasanya lebih ramai dari sekarang, tapi mungkin karena cuaca dan udara yang kurang baik ini jadi lumayan sepi dan berkurang pengunjungnya,” katanya.
Sementara itu, untuk menjaga kenyamanan dan mengurangi paparan asap tambahan di kawasan RTH, pengelola juga menerapkan larangan merokok dan menggunakan vape.
Ravelino mengingatkan pengunjung agar mematuhi aturan tersebut, terlebih kondisi udara di luar ruangan saat ini sedang kurang baik.
“Di RTH ini kan kita tidak boleh ngerokok, tidak boleh nge-vape karena cuaca kita sudah seperti ini, jadi jangan lagi ditambahkan dengan asap rokok,” jelasnya.
Ia berharap kondisi kabut asap segera berakhir dan hujan turun sehingga kualitas udara di Palangka Raya kembali membaik. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi udara.
“Harapannya semoga Tuhan kabulkan hujan saja. Mudah-mudahan masyarakat bisa sadar, jangan membakar lahan karena inilah dampak-dampak dari karhutla ini,” pungkasnya.(mg3)


