Satu pangkalan elpiji subsidi 3 kilogram di Palangka Raya dibina setelah terbukti menjual gas di atas harga eceran tertinggi (HET) dan melanggar ketentuan penyaluran.
Pemko Palangka Raya memastikan stok elpiji subsidi 3 kilogram tetap aman meski warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan tabung gas akibat meningkatnya permintaan.
Inflasi Kotim mencapai 4,18 persen. Pemkab menemukan harga elpiji masih sesuai HET, namun pasokan Minyakita yang menurun diduga turut memicu kenaikan harga di pasaran.
Kuota elpiji 3 Kg Lamandau hanya 1.860 MT pada 2026. Di tengah pasokan terbatas, harga gas melon di sejumlah wilayah bahkan menembus Rp60 ribu per tabung.
Kelangkaan elpiji 3 kg di Kabupaten Lamandau membuat harga gas melon melonjak hingga Rp40 ribu per tabung di tingkat pengecer, jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25 ribu.
Distribusi gas elpiji 3 Kg di sejumlah pangkalan Kota Palangka Raya mengalami keterlambatan, yang berdampak pada kelangkaan dan naiknya harga di tingkat pengecer.
Dalam upaya memperluas distribusi elpiji 3 kg ke masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan membuka peluang bagi warung atau toko kelontong untuk bergabung sebagai sub pangkalan.
Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP), menggelar operasi pasar murah elpiji 3 kg di Jalan G Obos 12, Kota Palangka Raya, pada Selasa (17/9/2024).