Dalam laga terakhir Super League 2025-2026 melawan Persik Kediri (23/5), Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memakai kaos khusus. Di bagian dada, ada tulisan yang cukup besar: Bismillah 2027.
Tulisan itu merujuk pada ambisi Green Force di musim depan. Jika berhasil meraih juara pada Super League 2026-2027 akan jadi kado yang sangat indah. Sebab, pada 18 Juni 2027 Persebaya tepat berusia satu abad.
Proyek untuk mewujudkan mimpi itu sudah dimulai. Awal musim ini, Green Force melepas 10 pemain (lihat grafis). Kemudian, mereka langsung merekrut enam pemain lokal. Yakni Ramadhan Sananta, Reza Arya, Ricky Pratama, Syahrul Lasinari, Dicky Kurniawan, dan Yusuf Meilana.
Sananta mengaku sama sekali tak ragu bergabung dengan Persebaya. “Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas,” kata striker Timnas Indonesia itu dikutip dari laman persebaya.id.
“Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya,” lanjut pemain yang musim lalu membela Brunei Duli Pengiran Muda Mahkota Football Club itu.
Hal serupa juga oleh kiper anyar, Reza Arya. Dia rela meninggalkan PSM Makassar demi proyek besar di Persebaya. “Saya melihat Persebaya memiliki proyek dan target yang sangat jelas untuk musim depan. Itu menjadi salah satu alasan yang membuat saya antusias menerima tawaran ini,” ucapnya dikutip dari laman yang sama.
Kiper 26 tahun itu berharap bisa mewujudkan proyek tersebut. “Target utama saya tentu membantu Persebaya meraih prestasi setinggi mungkin. Saya tahu Persebaya sangat serius menatap musim depan, dan punya ambisi untuk memberikan hadiah istimewa kepada Bonek dan Bonita,” tambahnya.
Tavares senang dengan hadirnya para pemain baru itu.
“Karena jika ingin memiliki tim yang kuat, kami harus menciptakan persaingan yang sehat di setiap posisi. Itulah alasan utama kami mendatangkan pemain-pemain ini,” katanya dikutip dari laman yang sama.
Dia pun meminta para pemain anyar untuk memberi bukti di lapangan. “Sekarang tugas mereka adalah menunjukkan melalui kerja keras, latihan, dan performa di lapangan bahwa mereka pantas mengenakan jersey Persebaya dan menjadi bagian dari klub ini,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Pemain Senior Punya Target Serupa
Bagi Ernando Ari, keputusan untuk bertahan bersama Persebaya adalah langkah tepat. “Salah satu pertimbangan utama saya bertahan adalah karena target dan ambisi Persebaya untuk musim depan sejalan dengan tujuan pribadi saya,” ujarnya dikutip dari laman yang sama.
Ernando jelas ingin membawa Persebaya berprestasi. Maklum, sejak bergabung dengan Persebaya pada 2018, kiper asli Semarang itu belum pernah meraih gelar juara di level senior.
“Semoga di musim yang akan datang kita bisa meraih pencapaian yang selama ini kita perjuangkan bersama,” kata kiper 24 tahun itu.
Malik Risaldi juga punya alasan yang sama soal alasannya memilih lanjut berkarir di Persebaya.
“Alasan terbesar saya bertahan di Persebaya adalah, karena saya melihat klub ini memiliki keseriusan yang sangat besar untuk berbicara banyak di musim depan,” ujar Malik dikutip dari laman yang sama. Karena itu, Malik berharap bisa mewujudkan target tersebut.
Pemain Keluar
Andhika Ramadhani
Oktafianus Fernando
Riyan Ardiansyah
Leo Lelis
Pedro Matos
Mihajlo Perovic
Milos Raickovic
Gustavo Fernandes
Bruno Paraiba
Bruno Moreira
Pemain Masuk
Ramadhan Sananta
Reza Arya
Ricky Pratama
Syahrul Lasinari
Dicky Kurniawan
Yusuf Meilana. (jpc)


