PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Kalteng, Bukan Karena Krisis Energi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) memastikan gangguan kelistrikan yang terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) bukan disebabkan kekurangan sumber daya energi, melainkan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit listrik yang menyuplai sistem kelistrikan wilayah tersebut.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Palangka Raya Barat, Mohammad Syaeful Yusron, menegaskan bahwa kondisi tersebut murni dipicu oleh kendala teknis pada pembangkit, sehingga PLN harus melakukan manajemen beban berupa pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem.

“Sama sekali tidak ada indikasi kekurangan sumber daya. Memang murni karena gangguan dari pembangkit,” ujar Yusron, Selasa (4/8/2026).

Dia menjelaskan, terdapat tiga pembangkit besar yang mengalami gangguan, yakni Tanjung Power Indonesia di Tabalong, PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas, serta PLTU Asam-Asam.

Baca Juga :  PLN UID Kalselteng All Out Jaga Listrik di Tengah Padatnya Jamaah 5 Rajab Sekumpul

Berkurangnya pasokan dari ketiga pembangkit tersebut menyebabkan daya yang masuk ke sistem menurun sehingga PLN menerapkan pengaturan beban di sejumlah wilayah.

“Pihak distribusi tidak mengetahui secara rinci bentuk kerusakan pada pembangkit karena penanganan pembangkitan berada pada divisi berbeda. Informasi yang kami terima hanya menyebut adanya gangguan pada beberapa komponen pembangkit, termasuk turbin,” katanya.

Sementara itu, Assistant Manager Perencanaan PLN, Andyka Trinovindra, menyampaikan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Tengah ditargetkan mulai kembali normal pada 5 Agustus 2026 seiring rencana beroperasinya satu unit pembangkit berkapasitas besar.

Electronic money exchangers listing

“Untuk tanggal 5 Agustus akan ada satu pembangkit besar yang sudah bisa masuk ke sistem. Kami harap itu bisa meminimalisir dan harapan kami tidak ada perlu dilakukan pemadaman kembali terkait kondisi siaga tadi,” ucap Andyka.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Digital dan Wirausaha Muda, Menko Airlangga Bilang Begini

Meski demikian, dia mengakui cadangan daya sistem masih belum sepenuhnya aman. Pasalnya, masih ada satu pembangkit lain yang saat ini menjalani proses perbaikan dan diperkirakan baru dapat kembali beroperasi pada akhir Agustus.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tidak adanya pemadaman bergilir lanjutan setelah 5 Agustus, Andyka belum dapat memberikan kepastian. Dia berharap masuknya pembangkit berkapasitas 1 x 100 megawatt milik PT SKS Listrik Kalimantan mampu memperkuat sistem sehingga masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman listrik.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) memastikan gangguan kelistrikan yang terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) bukan disebabkan kekurangan sumber daya energi, melainkan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit listrik yang menyuplai sistem kelistrikan wilayah tersebut.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Palangka Raya Barat, Mohammad Syaeful Yusron, menegaskan bahwa kondisi tersebut murni dipicu oleh kendala teknis pada pembangkit, sehingga PLN harus melakukan manajemen beban berupa pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem.

“Sama sekali tidak ada indikasi kekurangan sumber daya. Memang murni karena gangguan dari pembangkit,” ujar Yusron, Selasa (4/8/2026).

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, terdapat tiga pembangkit besar yang mengalami gangguan, yakni Tanjung Power Indonesia di Tabalong, PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas, serta PLTU Asam-Asam.

Baca Juga :  PLN UID Kalselteng All Out Jaga Listrik di Tengah Padatnya Jamaah 5 Rajab Sekumpul

Berkurangnya pasokan dari ketiga pembangkit tersebut menyebabkan daya yang masuk ke sistem menurun sehingga PLN menerapkan pengaturan beban di sejumlah wilayah.

“Pihak distribusi tidak mengetahui secara rinci bentuk kerusakan pada pembangkit karena penanganan pembangkitan berada pada divisi berbeda. Informasi yang kami terima hanya menyebut adanya gangguan pada beberapa komponen pembangkit, termasuk turbin,” katanya.

Sementara itu, Assistant Manager Perencanaan PLN, Andyka Trinovindra, menyampaikan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Tengah ditargetkan mulai kembali normal pada 5 Agustus 2026 seiring rencana beroperasinya satu unit pembangkit berkapasitas besar.

“Untuk tanggal 5 Agustus akan ada satu pembangkit besar yang sudah bisa masuk ke sistem. Kami harap itu bisa meminimalisir dan harapan kami tidak ada perlu dilakukan pemadaman kembali terkait kondisi siaga tadi,” ucap Andyka.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Digital dan Wirausaha Muda, Menko Airlangga Bilang Begini

Meski demikian, dia mengakui cadangan daya sistem masih belum sepenuhnya aman. Pasalnya, masih ada satu pembangkit lain yang saat ini menjalani proses perbaikan dan diperkirakan baru dapat kembali beroperasi pada akhir Agustus.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tidak adanya pemadaman bergilir lanjutan setelah 5 Agustus, Andyka belum dapat memberikan kepastian. Dia berharap masuknya pembangkit berkapasitas 1 x 100 megawatt milik PT SKS Listrik Kalimantan mampu memperkuat sistem sehingga masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman listrik.

Terpopuler

Artikel Terbaru