24.6 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024
spot_img

GP Austria Berpotensi Jadi Race Pembuka

SPIELBERG- Teka-teki balapan pertama F1 musim
ini menjadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Tetapi F1 dan sejumlah tim
memunculkan sikap optimistis agar race segera berlangsung. Salah satu opsi
tersebut yakni menggelar balapan tanpa penonton mulai di GP Austria, 5 Juli
mendatang.

Merujuk kalender balap F1, balapan terdekat
adalah GP Prancis pada 28 Juni mendatang. Tetapi, kebijakan pemerintah negara
yang terkenal dengan menara Eiffel untuk memperpanjang masa kuntara (kunci
sementara atau lockdown) hingga pertengahan Juli menghadirkan keraguan race di
Prancis bisa terwujud.

Nada optimistis malah lebih menguat jika
balapan pertama berlangsung di Red Bull Ring. Opsi balapan tanpa penonton yang
disampaikan Direktur Pelaksana F1 Ross Brawn pekan lalu bisa dimaksimalkan. Hal
yang sama dilontarkan Team Principal Red Bull Christian Horner.

Baca Juga :  Tak Takut Lawan Pria

 â€œRed Bull
Ring adalah fasilitas yang sudah jadi, itu bisa disiapkan dalam waktu yang
sangat singkat untuk menyesuaikan dengan kriteria FIA,” papar Horner
sebagaimana dikutip Sky Sports. Tetapi, penyelanggara GP Austria masih
berdiskusi dengan pemerintah setempat untuk mewujudkannya.

Musim ini, hampir separo jadwal di kalender
balap F1 harus ditunda ataupun di batalkan. Meskipun begitu, Horner mendukung
penuh upaya F1 untuk menggelar 18 race musim ini. Dengan catatan balapan
pertama dimulai pada Juli mendatang. “Ini akan sulit, tetapi aku pikir itu akan
menjadi tantangan besar buat semuanya,” lanjutnya.

Sementara itu, GP Belgia diragukan bisa
berlangsung tepat waktu. Apalagi pemerintah Belgia memperpanjang larangan
menggelar event dengan skala besar hingga 31 Agustus mendatang. Kebijakan
tersebut membuat GP Belgia yang diproyeksikan berlangsung 30 Agustus turut
terancam.

Baca Juga :  Persipura Berhasil Membayar Dendam Kekalahan

Direktur Komersial Grand Prix Spa Stijn de
Boever mengatakan bakal mengikuti imbauan pemerintah Belgia. Sejumlah opsi yang
ada saat ini sedang dipertimbangkan Boever dan timnya. “Meski tanpa penonton,
akan banyak orang di sirkuit untuk mengatur balapan,” sebutnya sebagaimana
dikutip Motorsport.

 â€œYang jelas, bagi saya jadwal F1 tidak akan
sesuai jadwal dengan banyak orang yang terlibat,” lanjutnya. Selain GP Austria,
balapan besar lainnya yang dijadwalkan di Sirkuit Spa-Francorchamps juga
terpengaruh pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia.

SPIELBERG- Teka-teki balapan pertama F1 musim
ini menjadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Tetapi F1 dan sejumlah tim
memunculkan sikap optimistis agar race segera berlangsung. Salah satu opsi
tersebut yakni menggelar balapan tanpa penonton mulai di GP Austria, 5 Juli
mendatang.

Merujuk kalender balap F1, balapan terdekat
adalah GP Prancis pada 28 Juni mendatang. Tetapi, kebijakan pemerintah negara
yang terkenal dengan menara Eiffel untuk memperpanjang masa kuntara (kunci
sementara atau lockdown) hingga pertengahan Juli menghadirkan keraguan race di
Prancis bisa terwujud.

Nada optimistis malah lebih menguat jika
balapan pertama berlangsung di Red Bull Ring. Opsi balapan tanpa penonton yang
disampaikan Direktur Pelaksana F1 Ross Brawn pekan lalu bisa dimaksimalkan. Hal
yang sama dilontarkan Team Principal Red Bull Christian Horner.

Baca Juga :  Tak Takut Lawan Pria

 â€œRed Bull
Ring adalah fasilitas yang sudah jadi, itu bisa disiapkan dalam waktu yang
sangat singkat untuk menyesuaikan dengan kriteria FIA,” papar Horner
sebagaimana dikutip Sky Sports. Tetapi, penyelanggara GP Austria masih
berdiskusi dengan pemerintah setempat untuk mewujudkannya.

Musim ini, hampir separo jadwal di kalender
balap F1 harus ditunda ataupun di batalkan. Meskipun begitu, Horner mendukung
penuh upaya F1 untuk menggelar 18 race musim ini. Dengan catatan balapan
pertama dimulai pada Juli mendatang. “Ini akan sulit, tetapi aku pikir itu akan
menjadi tantangan besar buat semuanya,” lanjutnya.

Sementara itu, GP Belgia diragukan bisa
berlangsung tepat waktu. Apalagi pemerintah Belgia memperpanjang larangan
menggelar event dengan skala besar hingga 31 Agustus mendatang. Kebijakan
tersebut membuat GP Belgia yang diproyeksikan berlangsung 30 Agustus turut
terancam.

Baca Juga :  Persipura Berhasil Membayar Dendam Kekalahan

Direktur Komersial Grand Prix Spa Stijn de
Boever mengatakan bakal mengikuti imbauan pemerintah Belgia. Sejumlah opsi yang
ada saat ini sedang dipertimbangkan Boever dan timnya. “Meski tanpa penonton,
akan banyak orang di sirkuit untuk mengatur balapan,” sebutnya sebagaimana
dikutip Motorsport.

 â€œYang jelas, bagi saya jadwal F1 tidak akan
sesuai jadwal dengan banyak orang yang terlibat,” lanjutnya. Selain GP Austria,
balapan besar lainnya yang dijadwalkan di Sirkuit Spa-Francorchamps juga
terpengaruh pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia.

spot_img
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru