PROKALTENG.CO– Pertahanan Argentina menjadi perhatian jelang laga Argentina vs Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Setelah tampil solid di fase awal turnamen, lini belakang La Albiceleste mulai menunjukkan celah yang bisa dimanfaatkan lawan.
Dalam dua pertandingan terakhir, pertahanan Argentina kebobolan empat gol. Cape Verde dan Mesir sama-sama mampu mencetak gol melalui skema serangan balik cepat, menunjukkan masih adanya ruang yang bisa dieksploitasi.
Situasi tersebut membuat duel Argentina vs Swiss diprediksi berlangsung menarik. Di satu sisi, Argentina masih mengandalkan ketajaman Lionel Messi, sementara Swiss memiliki sejumlah pemain yang dinilai mampu menguji pertahanan lawannya.
Pertahanan Argentina Mulai Kehilangan Soliditas
Jika pada fase grup Argentina hanya kebobolan satu gol, situasinya berubah saat memasuki fase gugur. Dalam dua laga terakhir, gawang Emiliano Martinez sudah empat kali dibobol lawan.
Pola gol yang tercipta juga hampir serupa. Cape Verde maupun Mesir berhasil memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan tinggi Argentina melalui serangan balik cepat.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Argentina sebelum menghadapi Swiss di babak delapan besar.
Argentina memiliki beberapa pilihan bek tengah seperti Lisandro Martínez, Cristian Romero, Nicolás Otamendi, Marcos Senesi, dan Facundo Medina.
Lisandro Martinez menjadi pemain yang paling sering tampil sepanjang turnamen. Namun, ia dinilai kerap kesulitan saat menghadapi penyerang dengan postur besar.
Sementara Cristian Romero dikenal kuat dalam duel udara, tetapi transisi bertahan menjadi salah satu aspek yang masih bisa dimanfaatkan lawan.
Adapun Nicolás Otamendi tetap dianggap sebagai salah satu bek paling berpengalaman. Namun, faktor usia membuat intensitas permainan menjadi tantangan tersendiri saat menghadapi lawan dengan tempo tinggi.
Swiss Punya Senjata untuk Menguji Argentina
Swiss datang ke perempat final dengan sejumlah pemain yang berpotensi merepotkan pertahanan Argentina.
Breel Embolo diprediksi menjadi ancaman lewat keunggulan fisik dan duel udara. Selain itu, kecepatan Dan Ndoye serta Zeki Amdouni bisa menjadi senjata saat melakukan serangan balik.
Keberhasilan Swiss memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan Argentina diperkirakan akan sangat bergantung pada strategi yang disiapkan pelatih Murat Yakin.
Meski pertahanan Argentina mendapat sorotan, Swiss juga menghadapi tantangan besar dalam meredam permainan Lionel Messi.
Kapten Argentina itu sedang berada dalam performa impresif sepanjang Piala Dunia 2026 dan menjadi motor serangan utama La Albiceleste.
Karena itu, lini belakang Swiss diperkirakan tidak hanya fokus menutup ruang bagi Messi, tetapi juga harus mengantisipasi pergerakan pemain Argentina lainnya agar tidak memberi peluang menciptakan gol. (jpg)


