PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, enggan menanggapi rumor yang menyebut Bendahara DPD II Partai Golkar Kota Palangka Raya, Sudarto, sebagai kandidat kuat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Palangka Raya. Ia menegaskan proses penentuan ketua sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme Musyawarah Daerah (Musda).
Saat dimintai tanggapan mengenai isu tersebut, Edy tidak membenarkan maupun membantah kabar yang beredar. Menurutnya, seluruh proses pemilihan sebaiknya diserahkan kepada forum Musda.
“Soal itu saya tidak tahu. Nanti silakan saja, biarkan prosesnya berjalan. Kita lihat saja nanti,” kata Edy usai menghadiri pembukaan Musda XI Partai Golkar Kota Palangka Raya, Sabtu (25/7/2026).
Belakangan ini, nama Sudarto yang saat ini menjabat sebagai Bendahara DPD II Partai Golkar Kota Palangka Raya ramai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpeluang memimpin partai berlambang pohon beringin di tingkat kota. Meski demikian, hingga pelaksanaan Musda dimulai belum ada penetapan resmi mengenai calon yang akan memimpin DPD II Partai Golkar Kota Palangka Raya.
Edy menegaskan, yang terpenting bukanlah siapa figur yang nantinya terpilih, melainkan kemampuan pemimpin baru dalam menjaga keberlanjutan capaian Partai Golkar di Kota Palangka Raya.
“Siapa pun yang terpilih nanti harus bisa melanjutkan apa yang sudah dijalankan oleh Pak Fairid selaku Ketua DPD selama dua periode,” ujarnya.
Menurut Edy, Fairid Naparin berhasil membawa Partai Golkar menjadi partai pemenang di Kota Palangka Raya. Karena itu, kepemimpinan yang baru diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi tersebut.
“Beliau dinilai sangat berhasil membawa Partai Golkar menjadi pemenang. Itu yang harus diteruskan oleh kepemimpinan berikutnya,” tegasnya.
Dia juga berharap Musda XI Partai Golkar Kota Palangka Raya dapat berlangsung aman dan lancar serta menghasilkan pemimpin yang diterima seluruh kader.
Menurut Edy, kepemimpinan baru harus mampu menjaga soliditas internal, melanjutkan program-program yang telah berjalan, dan memperkuat konsolidasi organisasi agar Partai Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Kota Palangka Raya. (adr)


