Penerbangan Terganggu Kabut Asap, Pengamat Ingatkan Bahaya Bagi Ekonomi Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gangguan penerbangan akibat kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai telah memicu guncangan ekonomi di daerah tersebut.

Pengamat Ekonomi, Suherman Juhari, memaparkan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar masalah di sektor transportasi, melainkan ancaman bagi konektivitas ekonomi.

“Akses ke luar pulau paling cepat adalah via penerbangan. Ketika penerbangan tertunda atau dibatalkan, efeknya pasti menyebar luas ke sektor lain,” ujar Suherman dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Secara tidak langsung, batalnya kunjungan wisatawan akibat jadwal pesawat yang kacau langsung memukul potensi pendapatan berbagai usaha lokal.

“Wisatawan yang batal datang artinya potensi pendapatan bagi hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga destinasi wisata juga ikut hilang,” tambahnya.

Baca Juga :  Brimob Kalteng Gelar Pengobatan Gratis di Marang, Warga Antusias Datangi Lokasi

Dampak signifikan juga dirasakan oleh pelaku UMKM. Ketiadaan konsumen dari luar daerah membuat permintaan produk dan jasa turun drastis.

Selain itu, rantai distribusi barang juga ikut terhambat akibat terputusnya konektivitas udara.

Electronic money exchangers listing

“Produk UMKM yang seharusnya dikirim melalui jalur udara dapat mengalami keterlambatan, terutama produk yang memiliki usia simpan relatif pendek,” jelas Suherman.

Tidak hanya kerugian dari sisi pendapatan, penundaan penerbangan juga memunculkan pembengkakan biaya ekonomi tidak langsung.

Penumpang dan perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk penginapan, konsumsi, hingga kerugian akibat waktu produktif yang hilang.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gangguan penerbangan akibat kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai telah memicu guncangan ekonomi di daerah tersebut.

Pengamat Ekonomi, Suherman Juhari, memaparkan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar masalah di sektor transportasi, melainkan ancaman bagi konektivitas ekonomi.

“Akses ke luar pulau paling cepat adalah via penerbangan. Ketika penerbangan tertunda atau dibatalkan, efeknya pasti menyebar luas ke sektor lain,” ujar Suherman dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Secara tidak langsung, batalnya kunjungan wisatawan akibat jadwal pesawat yang kacau langsung memukul potensi pendapatan berbagai usaha lokal.

“Wisatawan yang batal datang artinya potensi pendapatan bagi hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga destinasi wisata juga ikut hilang,” tambahnya.

Baca Juga :  Brimob Kalteng Gelar Pengobatan Gratis di Marang, Warga Antusias Datangi Lokasi

Dampak signifikan juga dirasakan oleh pelaku UMKM. Ketiadaan konsumen dari luar daerah membuat permintaan produk dan jasa turun drastis.

Selain itu, rantai distribusi barang juga ikut terhambat akibat terputusnya konektivitas udara.

“Produk UMKM yang seharusnya dikirim melalui jalur udara dapat mengalami keterlambatan, terutama produk yang memiliki usia simpan relatif pendek,” jelas Suherman.

Tidak hanya kerugian dari sisi pendapatan, penundaan penerbangan juga memunculkan pembengkakan biaya ekonomi tidak langsung.

Penumpang dan perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk penginapan, konsumsi, hingga kerugian akibat waktu produktif yang hilang.

Terpopuler

Artikel Terbaru