PLN: Pasokan Listrik Kalselteng Belum Pulih, Pemadaman Terbatas Berlanjut

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) masih dalam status siaga.

Akibat gangguan pada salah satu pembangkit, penghentian sementara aliran listrik secara terbatas kepada sebagian pelanggan kembali diberlakukan selama tujuh hari ke depan.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar, mengatakan langkah tersebut diambil menyusul kembali berkurangnya daya mampu sistem akibat gangguan pada salah satu pembangkit listrik.

“PLN terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal. Untuk menjaga keandalan sistem, PLN melakukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas selama tujuh hari ke depan kepada sebagian pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Teras Narang: Transfer ke Daerah Tahun 2025 untuk Kalteng Capai Rp3,7 Triliun

Sebelumnya, kondisi sistem kelistrikan Kalselteng sempat membaik setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) Unit 2 kembali beroperasi pada 28 Juli 2026.

Pengoperasian unit tersebut bahkan selesai lebih cepat dari target sehingga mampu memperkuat pasokan listrik di kedua provinsi.

Kapasitas pembangkitan kembali meningkat ketika PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 mulai beroperasi pada 5 Agustus 2026.

Electronic money exchangers listing

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama setelah PLTU TPI Unit 1 mengalami kebocoran pada boiler pada 6 Agustus 2026, yang menyebabkan daya mampu sistem kembali terbatas.

“PLN mengerahkan segala upaya terbaik, termasuk optimalisasi seluruh sumber daya dan pengaturan operasi sistem, agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin, khususnya terhadap pelayanan publik, fasilitas vital, serta aktivitas masyarakat,” kata Faharudin.

Baca Juga :  Perkuat Keandalan Jaringan, PLN Berupaya Tak Terjadi Gangguan

PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan bersama mitra swasta guna mempercepat normalisasi sistem kelistrikan.

Selama masa pemulihan, perusahaan juga mengupayakan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebaik mungkin meski dilakukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) masih dalam status siaga.

Akibat gangguan pada salah satu pembangkit, penghentian sementara aliran listrik secara terbatas kepada sebagian pelanggan kembali diberlakukan selama tujuh hari ke depan.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar, mengatakan langkah tersebut diambil menyusul kembali berkurangnya daya mampu sistem akibat gangguan pada salah satu pembangkit listrik.

Electronic money exchangers listing

“PLN terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal. Untuk menjaga keandalan sistem, PLN melakukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas selama tujuh hari ke depan kepada sebagian pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Teras Narang: Transfer ke Daerah Tahun 2025 untuk Kalteng Capai Rp3,7 Triliun

Sebelumnya, kondisi sistem kelistrikan Kalselteng sempat membaik setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) Unit 2 kembali beroperasi pada 28 Juli 2026.

Pengoperasian unit tersebut bahkan selesai lebih cepat dari target sehingga mampu memperkuat pasokan listrik di kedua provinsi.

Kapasitas pembangkitan kembali meningkat ketika PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 mulai beroperasi pada 5 Agustus 2026.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama setelah PLTU TPI Unit 1 mengalami kebocoran pada boiler pada 6 Agustus 2026, yang menyebabkan daya mampu sistem kembali terbatas.

“PLN mengerahkan segala upaya terbaik, termasuk optimalisasi seluruh sumber daya dan pengaturan operasi sistem, agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin, khususnya terhadap pelayanan publik, fasilitas vital, serta aktivitas masyarakat,” kata Faharudin.

Baca Juga :  Perkuat Keandalan Jaringan, PLN Berupaya Tak Terjadi Gangguan

PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan bersama mitra swasta guna mempercepat normalisasi sistem kelistrikan.

Selama masa pemulihan, perusahaan juga mengupayakan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebaik mungkin meski dilakukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas.

Terpopuler

Artikel Terbaru