Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Pulang Pisau Hadapi Kemarau dan Karhutla

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau yang memicu meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan tersebut juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak doa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Masjid Agung Ar Raudhah Pulang Pisau, Rabu (5/8).

Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta turut mengikuti salat bersama jajaran kepala perangkat daerah serta masyarakat.

Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan dalam menghadapi musim kemarau. Terlebih, kondisi cuaca saat ini mulai meningkatkan ancaman karhutla di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Respons Cepat Titik Api, Dishut Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla

“Harapan kami dan seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau agar musibah karhutla ini segera berlalu. Kami juga berharap kebakaran di Desa Tumbang Nusa segera padam,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual pemerintah daerah. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak doa dan istigfar serta menjaga lingkungan selama musim kemarau.

Electronic money exchangers listing

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Pulang Pisau,” pesannya.

Salat berlangsung khusyuk dengan khutbah yang disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pulang Pisau, KH Suriyadi.

Dalam khutbahnya, KH Suriyadi mengingatkan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak taubat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Kalteng Ajukan Helikopter dan Dana Siap Pakai untuk Perkuat Operasi Karhutla

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau yang memicu meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan tersebut juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak doa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Masjid Agung Ar Raudhah Pulang Pisau, Rabu (5/8).

Electronic money exchangers listing

Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta turut mengikuti salat bersama jajaran kepala perangkat daerah serta masyarakat.

Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan dalam menghadapi musim kemarau. Terlebih, kondisi cuaca saat ini mulai meningkatkan ancaman karhutla di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Respons Cepat Titik Api, Dishut Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla

“Harapan kami dan seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau agar musibah karhutla ini segera berlalu. Kami juga berharap kebakaran di Desa Tumbang Nusa segera padam,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual pemerintah daerah. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak doa dan istigfar serta menjaga lingkungan selama musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Pulang Pisau,” pesannya.

Salat berlangsung khusyuk dengan khutbah yang disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pulang Pisau, KH Suriyadi.

Dalam khutbahnya, KH Suriyadi mengingatkan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak taubat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Kalteng Ajukan Helikopter dan Dana Siap Pakai untuk Perkuat Operasi Karhutla

Terpopuler

Artikel Terbaru