Inflasi Kalteng Tembus 4,56 Persen, Kapuas Tertinggi dan Sukamara Terendah

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Provinsi Kalteng pada Mei 2026 mengalami inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,35. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kapuas sebesar 5,15 persen, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,74 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Kalteng, Maria Wahyu Utami, mengatakan selain inflasi tahunan, Kalteng juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,34 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 2,15 persen.

“Pada Mei 2026, Provinsi Kalteng mengalami inflasi tahunan sebesar 4,56 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 5,15 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,74 persen,” kata Maria saat menyampaikan rilis pers di Kantor BPS Provinsi Kalteng, Jalan Kapten Piere Tendean, Palangka Raya, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga :  Ekonomi Kalteng Tumbuh 1,58% pada Triwulan II-2024, PDRB Capai Rp54,6 Triliun

Menurutnya, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,43 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,90 persen.

Maria menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 2,69 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,64 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,37 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan antara lain beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, solar, dan bahan bakar rumah tangga,” jelasnya.

Baca Juga :  Ikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Vinto Craft Raih Kontrak Ekspor 3.000 Unit Produk ke Qatar

Sementara secara bulanan, inflasi di Kalteng terutama dipengaruhi kenaikan harga beras, solar, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, angkutan udara, dan ikan patin.

Electronic money exchangers listing

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, telur ayam ras, tomat, terong, bayam, dan bawang merah,” tambah Maria.

Berdasarkan wilayah penghitungan IHK, seluruh kabupaten dan kota sampel di Kalteng mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Untuk inflasi bulanan, Kota Palangka Raya mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, sedangkan Kabupaten Kapuas mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.

“Untuk inflasi bulanan, Kota Palangka Raya mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, sementara Kabupaten Kapuas mengalami deflasi sebesar 0,32 persen,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Provinsi Kalteng pada Mei 2026 mengalami inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,35. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kapuas sebesar 5,15 persen, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,74 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Kalteng, Maria Wahyu Utami, mengatakan selain inflasi tahunan, Kalteng juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,34 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 2,15 persen.

“Pada Mei 2026, Provinsi Kalteng mengalami inflasi tahunan sebesar 4,56 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 5,15 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,74 persen,” kata Maria saat menyampaikan rilis pers di Kantor BPS Provinsi Kalteng, Jalan Kapten Piere Tendean, Palangka Raya, Selasa (2/6/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ekonomi Kalteng Tumbuh 1,58% pada Triwulan II-2024, PDRB Capai Rp54,6 Triliun

Menurutnya, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,43 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,90 persen.

Maria menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 2,69 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,64 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,37 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan antara lain beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, solar, dan bahan bakar rumah tangga,” jelasnya.

Baca Juga :  Ikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Vinto Craft Raih Kontrak Ekspor 3.000 Unit Produk ke Qatar

Sementara secara bulanan, inflasi di Kalteng terutama dipengaruhi kenaikan harga beras, solar, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, angkutan udara, dan ikan patin.

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, telur ayam ras, tomat, terong, bayam, dan bawang merah,” tambah Maria.

Berdasarkan wilayah penghitungan IHK, seluruh kabupaten dan kota sampel di Kalteng mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Untuk inflasi bulanan, Kota Palangka Raya mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, sedangkan Kabupaten Kapuas mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.

“Untuk inflasi bulanan, Kota Palangka Raya mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, sementara Kabupaten Kapuas mengalami deflasi sebesar 0,32 persen,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru