PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru memulai rangkaian Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026 di Desa Biih, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.
Program ini menjadi langkah awal penguatan Desa Biih sebagai Desa Inklusi pertama di Kalimantan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program yang dijalankan adalah Pelatihan Tata Boga pembuatan dodol durian yang diikuti 21 warga Desa Biih di Kandangan, Senin (11/5). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi durian lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan warga, khususnya kelompok perempuan rentan.
Salah satu peserta pelatihan, Atul, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan PLN. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru dalam memanfaatkan hasil panen durian yang selama ini hanya dijual dalam bentuk buah segar.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Selama ini durian di desa hanya kami jual buahnya saja. Saat musim panen dan produksi melimpah, harganya sering turun. Dengan pelatihan membuat dodol ini, keterampilan kami bertambah dan sekarang kami mengetahui cara mengolah buah menjadi produk yang lebih tahan lama serta memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini menjadi modal berharga bagi kami ibu-ibu di desa untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Atul.
Melalui pelatihan ini, warga didorong mengolah hasil panen menjadi produk yang lebih tahan lama dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain mengurangi potensi kerugian saat musim panen, dodol durian juga berpeluang menjadi oleh-oleh khas Desa Biih yang dapat memperkuat identitas daerah. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa kelompok difabel dan perempuan rentan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi desa.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan PLN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Rangkaian bantuan ini kami laksanakan secara bertahap sepanjang Mei hingga Juni 2026. Selain pelatihan tata boga, kami juga membangun sarana ramah difabel dan menyelenggarakan pelatihan desa inklusi bagi tujuh desa di sekitar Desa Biih. Ini merupakan cara kami mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan memastikan seluruh warga memiliki akses, kesempatan, dan ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” jelas Bayu.
Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa program TJSL PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.
“PLN berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui program pemberdayaan seperti ini, kami ingin membantu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa. Semangat gotong royong, kesetaraan, dan keadilan sosial yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila menjadi landasan bagi PLN dalam menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Riko.
Melalui program ini, PLN berharap Desa Biih tumbuh menjadi desa inklusi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, serta menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Kalimantan. (tim)


