Api Karhutla Tumbang Nusa Hanya 500 Meter dari Rumah Warga, Masyarakat Siaga

Hampir setiap rumah disebut telah memiliki mesin pompa air yang siap digunakan apabila api semakin mendekati kawasan permukiman.

“Kalau dari masyarakat, hampir setiap rumah itu sudah menyediakan mesin pompa air untuk jaga-jaga kalau apinya sudah dekat,” ucapnya.

Kesiapsiagaan tersebut tidak lepas dari pengalaman masyarakat menghadapi karhutla besar yang pernah melanda Tumbang Nusa pada 2015 silam.

Saat itu, kebakaran lahan gambut disebut jauh lebih parah dibanding kondisi yang terjadi saat ini.

Dia menyampaikan, karhutla tahun 2015 menjadi yang paling berat pernah dialami warga karena api telah mendekati kawasan permukiman dan menimbulkan dampak yang luas.

“Paling parah di Tumbang Nusa itu tahun 2015. Kalau sekarang masih belum seperti itu, karena dulu api sudah sangat mendekati tempat warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perpanjang Tanggap Darurat, Pemko Palangka Raya Anggarkan Rp1,7 Miliar untuk Karhutla

Meski musim kemarau masih berlangsung dan hujan jarang turun, dia optimistis kondisi saat ini tidak akan berkembang separah 2015.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, masyarakat kini lebih siap menghadapi ancaman kebakaran dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Warga telah belajar dari pengalaman masa lalu dengan menyiapkan mesin pompa, selang air, dan perlengkapan lainnya sejak memasuki musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan penanganan awal apabila api bergerak mendekati permukiman.

Hampir setiap rumah disebut telah memiliki mesin pompa air yang siap digunakan apabila api semakin mendekati kawasan permukiman.

“Kalau dari masyarakat, hampir setiap rumah itu sudah menyediakan mesin pompa air untuk jaga-jaga kalau apinya sudah dekat,” ucapnya.

Kesiapsiagaan tersebut tidak lepas dari pengalaman masyarakat menghadapi karhutla besar yang pernah melanda Tumbang Nusa pada 2015 silam.

Electronic money exchangers listing

Saat itu, kebakaran lahan gambut disebut jauh lebih parah dibanding kondisi yang terjadi saat ini.

Dia menyampaikan, karhutla tahun 2015 menjadi yang paling berat pernah dialami warga karena api telah mendekati kawasan permukiman dan menimbulkan dampak yang luas.

“Paling parah di Tumbang Nusa itu tahun 2015. Kalau sekarang masih belum seperti itu, karena dulu api sudah sangat mendekati tempat warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perpanjang Tanggap Darurat, Pemko Palangka Raya Anggarkan Rp1,7 Miliar untuk Karhutla

Meski musim kemarau masih berlangsung dan hujan jarang turun, dia optimistis kondisi saat ini tidak akan berkembang separah 2015.

Menurutnya, masyarakat kini lebih siap menghadapi ancaman kebakaran dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Warga telah belajar dari pengalaman masa lalu dengan menyiapkan mesin pompa, selang air, dan perlengkapan lainnya sejak memasuki musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan penanganan awal apabila api bergerak mendekati permukiman.

Terpopuler

Artikel Terbaru