NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai memicu munculnya kabut asap membuat Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, bergerak cepat. Sebanyak 11 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di seluruh wilayah Lamandau kini disiagakan dengan ruang oksigen khusus guna mengantisipasi melonjaknya kasus gangguan pernapasan di masyarakat.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan (faskes) ini dilakukan seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah titik akibat aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, dr. Pippy Yulianti, menegaskan bahwa langkah antisipasi perlu diambil sejak dini mengingat dinamika Karhutla dapat berubah sangat cepat.
“Kalau masker, vitamin, dan oksigen portable sudah kami minta ke Dinkes Provinsi, semoga bisa datang tepat waktu,” ujar Pippy, Jumat (28/8/2026).
Selain menyediakan sarana ruang oksigen, pihak Dinkes Lamandau juga mengintensifkan pemantauan kesehatan warga, khususnya potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kesiapsiagaan serupa juga dilakukan di tingkat rumah sakit rujukan. Direktur RSUD Gusti Abdul Gani Lamandau, dr. Mardoni, memastikan jajarannya siap menampung dan menangani kemungkinan lonjakan pasien gangguan pernapasan.
Tak hanya itu, RSUD juga memberikan perhatian khusus bagi para personel di lapangan yang berjuang memadamkan api.
“Untuk petugas yang membantu menangani pemadaman karhutla bahkan kita berikan penanganan medis secara gratis. Kemarin sudah ada satu petugas Damkar yang sempat kita rawat,” jelas dr. Mardoni.
Menghadapi kondisi udara yang mulai terpapar asap, pemerintah daerah mengimbau warga khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita riwayat penyakit pernapasan untuk membatasi aktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga diminta selalu menggunakan masker saat bepergian serta segera mendatangi faskes terdekat jika mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk persisten, atau nyeri dada. (bib)


