Karhutla Lebih Sepekan, Warga Tjilik Riwut Km 11 Cemas Api Nyaris Lahap Rumah

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan belukar dekat permukiman selama lebih dari sepekan kembali berkobar akibat tiupan angin kencang. Api bahkan nyaris merambat ke bangunan warga di Jalan Tjilik Riwut Km 11, Palangka Raya.

Khairunisa (61), warga yang warung sekaligus rumahnya berbatasan langsung dengan area terbakar, mengaku cemas karena jarak api dengan tempat tinggalnya sangat dekat. Titik api yang sebelumnya sempat dipadamkan kembali berkobar setelah tertiup angin.

“Apinya memang sempat mati, tapi masih mengeluarkan asap. Begitu kena angin sore tadi, apinya kembali berkobar. Dekat sekali dengan tempat saya. Dapur saya bahkan berbatasan langsung dengan area hutan itu,” ungkap Khairunisa saat ditemui Prokalteng di warungnya, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga :  Polisi Mulai Dalami Dua Kasus Pencurian di Mahir Mahar

Kepanikan meningkat ketika api mulai menyambar vegetasi yang berada di sekitar rumah. Khairunisa pun ikut berlari mengarahkan petugas pemadam kebakaran agar api tidak mendekati dapurnya.

“Saya lari ke sana kemari. Waktu melihat api sudah mendekati dapur, saya langsung teriak ke tim pemadam, ‘Dari sini! Dari pinggir bangunan ini!’ Karena saya takut apinya sampai ke rumah,” ceritanya.

Ancaman api membuat Khairunisa dan keluarganya terus waspada. Ia yang tinggal bersama anak dan cucunya bahkan tidak berani meninggalkan rumah untuk menghadiri pengajian.

“Saya takut meninggalkan rumah. Ini bukan sekadar warung, tapi tempat tinggal saya. Semua perkakas hidup ada di sini. Jadi rasanya deg-degan terus,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Kekhawatiran semakin terasa pada malam hari. Meski api biasanya berhasil dilokalisasi pada sore hari, Khairunisa tetap takut muncul titik api baru saat warga sedang tidur.

Baca Juga :  Masih Tahap Pembangunan, Musala Hangus saat Kebakaran di Mendawai

“Memang ada rasa was-was. Kalau saya lihat ke belakang dan apinya berkobar, saya takut jangan sampai malam-malam api muncul lagi. Kalau sampai terjadi, kami mau lari ke mana?” keluhnya.

Karena kebakaran telah berlangsung lebih dari sepekan, Khairunisa mendesak pemilik lahan di belakang rumahnya segera membuat sekat bakar agar api tidak langsung mendekati permukiman.

“Saya sudah telepon pemilik tempat ini. Saya minta lahannya dibersihkan dan diberi jarak dari bangunan. Kalau ada api lagi, setidaknya masih ada jarak. Ini sekarang tidak ada jarak dengan dapur saya,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan belukar dekat permukiman selama lebih dari sepekan kembali berkobar akibat tiupan angin kencang. Api bahkan nyaris merambat ke bangunan warga di Jalan Tjilik Riwut Km 11, Palangka Raya.

Khairunisa (61), warga yang warung sekaligus rumahnya berbatasan langsung dengan area terbakar, mengaku cemas karena jarak api dengan tempat tinggalnya sangat dekat. Titik api yang sebelumnya sempat dipadamkan kembali berkobar setelah tertiup angin.

“Apinya memang sempat mati, tapi masih mengeluarkan asap. Begitu kena angin sore tadi, apinya kembali berkobar. Dekat sekali dengan tempat saya. Dapur saya bahkan berbatasan langsung dengan area hutan itu,” ungkap Khairunisa saat ditemui Prokalteng di warungnya, Jumat (28/8/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Polisi Mulai Dalami Dua Kasus Pencurian di Mahir Mahar

Kepanikan meningkat ketika api mulai menyambar vegetasi yang berada di sekitar rumah. Khairunisa pun ikut berlari mengarahkan petugas pemadam kebakaran agar api tidak mendekati dapurnya.

“Saya lari ke sana kemari. Waktu melihat api sudah mendekati dapur, saya langsung teriak ke tim pemadam, ‘Dari sini! Dari pinggir bangunan ini!’ Karena saya takut apinya sampai ke rumah,” ceritanya.

Ancaman api membuat Khairunisa dan keluarganya terus waspada. Ia yang tinggal bersama anak dan cucunya bahkan tidak berani meninggalkan rumah untuk menghadiri pengajian.

“Saya takut meninggalkan rumah. Ini bukan sekadar warung, tapi tempat tinggal saya. Semua perkakas hidup ada di sini. Jadi rasanya deg-degan terus,” jelasnya.

Kekhawatiran semakin terasa pada malam hari. Meski api biasanya berhasil dilokalisasi pada sore hari, Khairunisa tetap takut muncul titik api baru saat warga sedang tidur.

Baca Juga :  Masih Tahap Pembangunan, Musala Hangus saat Kebakaran di Mendawai

“Memang ada rasa was-was. Kalau saya lihat ke belakang dan apinya berkobar, saya takut jangan sampai malam-malam api muncul lagi. Kalau sampai terjadi, kami mau lari ke mana?” keluhnya.

Karena kebakaran telah berlangsung lebih dari sepekan, Khairunisa mendesak pemilik lahan di belakang rumahnya segera membuat sekat bakar agar api tidak langsung mendekati permukiman.

“Saya sudah telepon pemilik tempat ini. Saya minta lahannya dibersihkan dan diberi jarak dari bangunan. Kalau ada api lagi, setidaknya masih ada jarak. Ini sekarang tidak ada jarak dengan dapur saya,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru