NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus mengantisipasi potensi dampak kesehatan akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai memicu kabut asap. Meski kualitas udara dilaporkan mulai terpapar asap tipis, jumlah pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah tersebut sejauh ini tercatat masih relatif stabil.
Berdasarkan data resmi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gusti Abdul Gani, grafik pasien ISPA sempat mencatatkan 86 kasus pada Juni 2026, kemudian mengalami kenaikan menjadi 99 kasus pada Juli. Sementara itu, sepanjang bulan Agustus hingga tanggal 25 lalu, fasilitas kesehatan tersebut mencatat sebanyak 52 pasien ISPA di wilayah Kabupaten Lamandau.
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani Lamandau, dr. Mardoni, menyampaikan bahwa dinamika data tersebut belum menunjukkan adanya lonjakan drastis akibat paparan kabut asap. Meski demikian, jajarannya tidak ingin lengah dan tetap menguatkan kesiapsiagaan medis.
“Untuk saat ini belum ada peningkatan yang signifikan. Tapi kita tetap waspada karena kualitas udara sudah mulai sedikit tercemar akibat kabut asap,” ujar dr. Mardoni, Jum’at (28/8) saat dikonfirmasi wartawan.
Menanggapi kondisi udara yang mulai tercemar paparan asap Karhutla, Pemerintah Kabupaten Lamandau mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan agar dapat membatasi atau mengurangi aktivitas di luar rumah hingga kondisi udara membaik,” tuturnya.
Selain meminimalkan kegiatan luar ruangan, masyarakat juga dianjurkan mengenakan masker pelindung saat terpaksa bepergian, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera berkonsultasi ke fasilitas medis terdekat apabila mengalami gejala sesak napas, batuk, maupun gangguan pernapasan lainnya. (bib)

