PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Mulai menebalnya kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Palangka Raya memicu kekhawatiran akan ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Merespons kondisi udara yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bergerak cepat mengambil langkah mitigasi.
BPBD telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan setempat guna memastikan para pelajar terlindungi dari paparan asap pekat dan partikel sisa pembakaran (ratik) yang terbawa angin.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, memastikan bahwa bantuan alat pelindung pernapasan akan segera disalurkan ke fasilitas-fasilitas pendidikan yang berada di zona terdampak.
“Sudah koordinasi sama Dinas Kesehatan terkait dengan penanganan kesehatan di lingkup sekolah. Ya, mulai besok sudah mulai di-drop (masker) ke sekolah-sekolah yang terdampak,” tegas Budi saat memberikan keterangan, Senin (28/7/2026).
Selain upaya perlindungan kesehatan, BPBD juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan dari hulu. Menekan angka kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak bisa hanya mengandalkan tim pemadam di lapangan, melainkan membutuhkan kesadaran penuh dari masyarakat.
Di akhir keterangannya, Budi menyampaikan pesan dan peringatan keras kepada seluruh warga Palangka Raya. Ia menekankan bahwa praktik pembukaan lahan secara ilegal dengan metode tebas-bakar masih menjadi ancaman utama yang memicu bencana kabut asap tahunan ini.
“Pastikan tidak boleh membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budi meminta masyarakat untuk proaktif menjadi mata dan telinga bagi tim satgas gabungan. Kecepatan pelaporan menjadi kunci utama agar api tidak sempat membesar dan menjalar ke area lahan gambut yang sulit dipadamkan.
“Kemudian, kalau ada informasi karhutla segera disampaikan melalui perangkat desa, RT, RW, Lurah, Camat, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas agar bisa cepat ditangani,” pungkasnya.
Langkah cepat, baik dalam penanganan kesehatan maupun respons pemadaman awal, diharapkan mampu mencegah meluasnya dampak karhutla sehingga langit Palangka Raya dapat segera kembali bersih dari kepungan kabut asap. (her)


