PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangkaraya (UPR) belum lama ini melakukan sosialisasi program pemerintah terkait masalah stunting. Kegiatan tersebut mereka lakukan di Balai Desa Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya.
Mengangkat tema pencegahan stunting untuk menciptakan generasi unggul, kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber ahli gizi dari Puskesmas Jekan Raya, dan  para ibu rumah tangga beserta anak yang terdata berisiko mengalami stunting.
Perwakilan mahasiswa Fisip UPR, Fernando Fairsky mengatakan bahwa Petuk Katimpun saat ini menjadi lokus permasalahan stunting yang juga menjadi fokus penanganan dari Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kota Palangkaraya melalui Dinas DP3APPKB.
Lebih lanjut, Nando menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini, juga selain mengedukasi pencegahan stunting, pihaknya juga memberikan edukasi bahwa stunting merupakan program SDG’s Nasional dan targetnya adalah menciptakan Generasi Emas Indonesia 2045. Pasalnya Indonesia pada tahun 2045 akan memiliki bonus demografi mengingat jumlah usia produktif akan didominasi oleh Generasi Z.
“Harapannya dari kegiatan ini, adalah mahasiswa dapat lebih peka terhadap isu stunting dan berharap program-program dari Lembaga Pendidikan juga dapat menggerakan Mahasiswa untuk turut serta berpartisipasi dalam penanganan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibu Dina Rosmalina Rosyadi, S.Tr.Gz selaku narasumber dan Ahli Gizi Puskesmas Jekan Raya menyampaikan bahwa ibu-ibu balita dan kader posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Jekan Raya sangat antusias dan menyambut baik serta menyimak materi penyuluhan tentang stunting sebagai media edukasi di masyarakat Petuk Katimpun.
“Edukasi mahasiswa mengenai stunting sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, khususnya di daerah Petuk Katimpun cukup baik,” ujarnya. (*ana/hnd)