PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dugaan bullying yang terjadi di lingkungan SMAN 1 Palangka Raya pada Senin (3/8/2026). Menjadi perhatian serius publik dan saat ini sudah ditangani oleh pihak sekolah.
Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan puncak HUT sekolah berawal dari ejekan kakak kelas terhadap adik kelas, sebelum akhirnya berkembang menjadi perselisihan dan dilaporkan ke Polda Kalteng.
Staf Waka Humas SMAN 1 Palangka Raya Ernita membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menyampaikan dirinya tidak mengetahui secara langsung seluruh rangkaian kejadian karena saat itu sedang bertugas sebagai anggota seksi acara yang mendampingi MC untuk koordinasi kelancaran acara.
“Pada 3 Agustus memang ada kejadian, kurang lebih sebelum pukul 11 saat dilaksanakan penobatan Duta Smansa. Untuk duduk persoalannya secara langsung saya kurang mengetahui karena saat itu saya sedang bertugas sebagai koordinator acara ulang tahun sekolah,” jelasnya saat ditemui awak media pada Rabu (26/8/2026).
Menurut Ernita, lokasi kejadian masih berada di lingkungan sekolah. Namun, posisi tersebut tidak berada di area yang mudah terlihat oleh para peserta kegiatan karena terdapat pepohonan dan gazebo di sekitar lokasi. arah panggung saat itu membelakangi lokasi kejadian.
“Posisi tempat duduk tamu undangan saat itu membelakangi area kejadian. Sedangkan panggung sendiri menghadap ke arah berlawanan. Namun tetap tidak terpantau dari arah panggung. Karena tertutup oleh tenda tamu, pepohonan, dan kerumunan anak-anak yang mengambil konsumsi di belakang tenda tamu undangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakasek Bidang Kesiswaan Riani menjelaskan. Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, kejadian tersebut berawal adanya interaksi antara siswa yang kemudian berkembang menjadi perselisihan. Pihak sekolah pun segera mengambil langkah setelah mengetahui adanya persoalan tersebut.
“Memang awalnya ada ejekan dari kakak kelas kepada adik kelasnya. Mungkin adik kelas itu spontan merasa tidak terima sehingga terjadi pertengkaran. Saat itu belum ada kontak fisik, kemudian datang satpam langsung berupaya melerai,” terangnya.
Namun, sekitar 15 hingga 20 menit setelah kejadian pertama dilerai, kedua pihak kembali dipanggil. Setelah waktu berselang itu, terjadi perselisihan kembali. Satpam beserta guru kemudian memisahkan para siswa yang terlibat.
“Setelah beberapa saat, sekitar 15 sampai 20 menit, ada laporan kembali ke siswa PKS, satpam dan guru-guru, kemudian langsung dipisahkan,” kata Riani
Pihak sekolah juga telah berkomunikasi dengan orang tua siswa yang terlibat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya sekolah untuk mengetahui serta menangani persoalan secara lebih utuh sekaligus memberikan pendampingan kepada para siswa, sesuai wewenang sekolah. “Orang tua juga sudah hadir saat dipanggil pihak sekolah,” tambah Riani.
Kepala SMAN 1 Palangka Raya, Husnul Hatimah menegaskan, sekolah berupaya menangani persoalan tersebut secara serius dan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Menurutnya, sekolah telah membuka ruang komunikasi dan mediasi bagi pihak-pihak yang terlibat.
“Dari sekolah kita juga tidak menutup mata terkait kejadian ini. Kita sudah mengupayakan mediasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan sesuai prosedur sekolah dan kewenangan yang kami miliki,” ujar Husnul.
Ia mengatakan, proses pendampingan juga dilakukan terhadap para siswa yang terlibat. Pihak sekolah telah menerima informasi adanya pendampingan dari Dinas Sosial terhadap pihak pelapor, sementara siswa lainnya juga mendapatkan pendampingan mengingat seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar.
“Karena status mereka ini masih pelajar, tentu pendekatan yang dilakukan juga harus memperhatikan kepentingan dan kondisi anak,” katanya.
Husnul menambahkan, pihak sekolah menghormati proses yang sedang berjalan dan akan terus memberikan pendampingan selama penanganan perkara berlangsung. Sekolah juga berkomitmen untuk tetap berkomunikasi dengan pihak terkait agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai ketentuan.
“Sekolah juga terus hadir sampai proses di kepolisian selesai,” tutupnya. (jef)


