“Program PEKA ini bukan sekadar pelatihan. Setelah pelatihan selesai, kami akan melakukan pendampingan dan pemantauan. Target kami, minimal 10 persen dari setiap peserta pelatihan dapat menjadi pelaku usaha yang produktif,” ujarnya.
Selain memberikan pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membangun ekosistem pendukung dengan melibatkan sektor perbankan agar peserta memiliki akses terhadap pembiayaan untuk mengembangkan usahanya setelah pelatihan berakhir.
Saiful berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan pelaku usaha baru dari kalangan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga santunan yang diterima tidak hanya memberikan perlindungan sosial, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi keluarga.
“Harapan kami, manfaat yang telah kami salurkan kepada para penerima manfaat dapat menjadi sesuatu yang produktif, mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (adr)
“Program PEKA ini bukan sekadar pelatihan. Setelah pelatihan selesai, kami akan melakukan pendampingan dan pemantauan. Target kami, minimal 10 persen dari setiap peserta pelatihan dapat menjadi pelaku usaha yang produktif,” ujarnya.
Selain memberikan pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membangun ekosistem pendukung dengan melibatkan sektor perbankan agar peserta memiliki akses terhadap pembiayaan untuk mengembangkan usahanya setelah pelatihan berakhir.
Saiful berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan pelaku usaha baru dari kalangan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga santunan yang diterima tidak hanya memberikan perlindungan sosial, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi keluarga.
“Harapan kami, manfaat yang telah kami salurkan kepada para penerima manfaat dapat menjadi sesuatu yang produktif, mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (adr)