Telan Dana Rp130 Miliar, Pemprov Kalteng Bangun Huma Betang sebagai Pusat Peradaban Dayak Dunia

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah mengerjakan proyek pembangunan Huma Betang berskala raksasa yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban serta simbol kebanggaan masyarakat Dayak.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp130 miliar dari APBD Provinsi ini, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) , Juni Gultom, mengungkapkan bahwa bangunan arsitektur tradisional tersebut, dirancang dengan daya tampung yang sangat besar, yakni mencapai kurang lebih 8.000 orang.

“Utamanya ini bisa untuk pertemuan-pertemuan besar masyarakat Dayak seluruh dunia. Ini juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat Kalteng yang menjadi pusat peradaban masyarakat Dayak di Kalimantan,” ujar Juni dalam wawancara kepada awak media, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  UMKM Kalteng Lolos Promosi Pasar Global, Ini Tanggapan Wagub

Juni menjelaskan bahwa proyek yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol eks bangunan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng ini dieksekusi secara bertahap selama dua tahun kalender, yakni pada 2026 dan 2027.

PUPR menargetkan penyelesaian fisik secara menyeluruh pada akhir 2027, sehingga bangunan dapat mulai difungsikan pada awal tahun berikutnya.

“Target penyelesaiannya kita harapkan selesai dalam dua tahun. Sehingga tahun 2027 sudah selesai, dan di awal 2028 sudah bisa ditempati,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Dalam pembangunan Huma Betang ini, kata dia sepenuhnya dibiayai oleh APBD Provinsi Kalteng. Dari total gambaran anggaran Rp130 miliar yang direncanakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sekitar Rp36 miliar untuk pelaksanaan tahap pertama pada tahun ini. Sisa anggaran akan dikucurkan untuk penyelesaian tahap akhir di tahun 2027.

Baca Juga :  Wagub Kalteng Bakal Buka Bukit Cinta di Tangkiling Sebagai Objek Wisat

Sementara itu, mengenai progres proyek infrastruktur lainnya, yakni rehabilitasi Stadion Tuah Pahoe, Juni belum memberikan tanggapan lebih lanjut dan menegaskan agar pembahasan saat ini difokuskan pada pembangunan Huma Betang. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah mengerjakan proyek pembangunan Huma Betang berskala raksasa yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban serta simbol kebanggaan masyarakat Dayak.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp130 miliar dari APBD Provinsi ini, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) , Juni Gultom, mengungkapkan bahwa bangunan arsitektur tradisional tersebut, dirancang dengan daya tampung yang sangat besar, yakni mencapai kurang lebih 8.000 orang.

Electronic money exchangers listing

“Utamanya ini bisa untuk pertemuan-pertemuan besar masyarakat Dayak seluruh dunia. Ini juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat Kalteng yang menjadi pusat peradaban masyarakat Dayak di Kalimantan,” ujar Juni dalam wawancara kepada awak media, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  UMKM Kalteng Lolos Promosi Pasar Global, Ini Tanggapan Wagub

Juni menjelaskan bahwa proyek yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol eks bangunan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng ini dieksekusi secara bertahap selama dua tahun kalender, yakni pada 2026 dan 2027.

PUPR menargetkan penyelesaian fisik secara menyeluruh pada akhir 2027, sehingga bangunan dapat mulai difungsikan pada awal tahun berikutnya.

“Target penyelesaiannya kita harapkan selesai dalam dua tahun. Sehingga tahun 2027 sudah selesai, dan di awal 2028 sudah bisa ditempati,” tegasnya.

Dalam pembangunan Huma Betang ini, kata dia sepenuhnya dibiayai oleh APBD Provinsi Kalteng. Dari total gambaran anggaran Rp130 miliar yang direncanakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sekitar Rp36 miliar untuk pelaksanaan tahap pertama pada tahun ini. Sisa anggaran akan dikucurkan untuk penyelesaian tahap akhir di tahun 2027.

Baca Juga :  Wagub Kalteng Bakal Buka Bukit Cinta di Tangkiling Sebagai Objek Wisat

Sementara itu, mengenai progres proyek infrastruktur lainnya, yakni rehabilitasi Stadion Tuah Pahoe, Juni belum memberikan tanggapan lebih lanjut dan menegaskan agar pembahasan saat ini difokuskan pada pembangunan Huma Betang. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru