Terpapar Asap Karhutla, Anak Orangutan Lemas Ditemukan Warga di Tepi Sungai Lamandau

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Seekor anak orangutan ditemukan dalam kondisi lemas di tepi Sungai Lamandau, Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Senin (21/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Satwa dilindungi tersebut diduga kuat mengalami dehidrasi dan lemas akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah setempat.

Saat ditemukan oleh warga, anak orangutan tersebut tampak tidak berdaya dan tidak memberikan perlawanan.

Warga segera mengevakuasinya dari tepi sungai serta memberikan pertolongan pertama berupa air minum dan susu.

“Kondisinya sangat lemah sehingga tampak jinak. Saat didekati dan diamankan, dia tidak melawan sama sekali, bahkan justru memeluk warga yang menolongnya,” ujar Gusti Nobon, salah seorang warga Desa Batu Kotam.

Baca Juga :  Posyandu Panarung Beri Klarifikasi Insiden MBG, Warga Diduga Konsumsi Lewati Batas Aman

Hingga saat ini, keberadaan induk orangutan tersebut belum diketahui. Warga tidak dapat memastikan apakah satwa muda ini terpisah dari induknya saat menyelamatkan diri dari karhutla atau karena faktor lain.

Sadar akan terbatasnya kemampuan warga dalam merawat satwa liar dilindungi, Gusti Nobon meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk segera turun tangan.

Electronic money exchangers listing

“Kami tidak mampu menjaga dan merawatnya dalam jangka panjang, jadi kami minta tolong kepada BKSDA untuk segera mengambilnya agar bisa mendapat perawatan medis yang layak,” tambahnya.

Mendapati laporan penemuan tersebut, jajaran Polsek Bulik langsung menuju lokasi penemuan di Desa Batu Kotam untuk meninjau kondisi kesehatan awal satwa tersebut.

Baca Juga :  Transformasi Menuju Indonesia Maju, Kejati Kalteng Gelar Pekan Olahraga

“Benar, warga Batu Kotam telah menemukan seekor anak orangutan. Kami telah melaporkan temuan ini ke BKSDA Kobar untuk dilakukan evakuasi sebagaimana mestinya,” kata Kapolsek Bulik, AKP Karno, S.H.

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Seekor anak orangutan ditemukan dalam kondisi lemas di tepi Sungai Lamandau, Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Senin (21/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Satwa dilindungi tersebut diduga kuat mengalami dehidrasi dan lemas akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah setempat.

Saat ditemukan oleh warga, anak orangutan tersebut tampak tidak berdaya dan tidak memberikan perlawanan.

Electronic money exchangers listing

Warga segera mengevakuasinya dari tepi sungai serta memberikan pertolongan pertama berupa air minum dan susu.

“Kondisinya sangat lemah sehingga tampak jinak. Saat didekati dan diamankan, dia tidak melawan sama sekali, bahkan justru memeluk warga yang menolongnya,” ujar Gusti Nobon, salah seorang warga Desa Batu Kotam.

Baca Juga :  Posyandu Panarung Beri Klarifikasi Insiden MBG, Warga Diduga Konsumsi Lewati Batas Aman

Hingga saat ini, keberadaan induk orangutan tersebut belum diketahui. Warga tidak dapat memastikan apakah satwa muda ini terpisah dari induknya saat menyelamatkan diri dari karhutla atau karena faktor lain.

Sadar akan terbatasnya kemampuan warga dalam merawat satwa liar dilindungi, Gusti Nobon meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk segera turun tangan.

“Kami tidak mampu menjaga dan merawatnya dalam jangka panjang, jadi kami minta tolong kepada BKSDA untuk segera mengambilnya agar bisa mendapat perawatan medis yang layak,” tambahnya.

Mendapati laporan penemuan tersebut, jajaran Polsek Bulik langsung menuju lokasi penemuan di Desa Batu Kotam untuk meninjau kondisi kesehatan awal satwa tersebut.

Baca Juga :  Transformasi Menuju Indonesia Maju, Kejati Kalteng Gelar Pekan Olahraga

“Benar, warga Batu Kotam telah menemukan seekor anak orangutan. Kami telah melaporkan temuan ini ke BKSDA Kobar untuk dilakukan evakuasi sebagaimana mestinya,” kata Kapolsek Bulik, AKP Karno, S.H.

Terpopuler

Artikel Terbaru