Angin Lemah Bikin Asap Karhutla Bertahan, Kualitas Udara Palangka Raya Masih Berbahaya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di Kota Palangka Raya bertahan dalam kategori berbahaya akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (21/9/2026).

Prakirawan BMKG Neng Arini mengungkapkan, kondisi kecepatan angin yang cenderung lemah (calm) berkisar 2 hingga 5 knot menjadi faktor utama yang membuat asap karhutla mengendap lama dan sulit terurai di wilayah Kalteng.

“Kecepatan angin cenderung calm, sekitar 2-5 knots saja. Kecepatan angin yang cenderung calm atau lemah ini membuat asap cenderung bertahan di wilayah Kalteng,” kata Neng Arini, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, kondisi kualitas udara yang masih berada dalam kategori berbahaya memang dipengaruhi oleh asap akibat karhutla yang masih terjadi di wilayah Kalteng.

Baca Juga :  Teras Narang dengan Tegas Tolak Penghapusan Posisi Gubernur

“Untuk kondisi kualitas udara, memang benar dipengaruhi dari asap akibat karhutla yang masih terjadi di Kalteng. Sehingga masih dalam kategori berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG memperkirakan terdapat potensi hujan ringan hingga sedang dalam sepekan ke depan. Namun, potensi hujan tersebut masih lebih berpeluang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara.

Adapun pada 21-23 September hujan diperkirakan akan terjadi di Murung Raya, Barito Utara, Gunung Mas, Katingan dan Kapuas.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu tanggal 24-27 September hujan diperkirakan akan mengguyur Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan dan Kapuas.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak asap, perlu tetap memperhatikan perkembangan ku

Baca Juga :  NasDem Kalteng Salurkan 11 Sapi dan 3 Kambing Kurban untuk Masyarakat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di Kota Palangka Raya bertahan dalam kategori berbahaya akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (21/9/2026).

Prakirawan BMKG Neng Arini mengungkapkan, kondisi kecepatan angin yang cenderung lemah (calm) berkisar 2 hingga 5 knot menjadi faktor utama yang membuat asap karhutla mengendap lama dan sulit terurai di wilayah Kalteng.

“Kecepatan angin cenderung calm, sekitar 2-5 knots saja. Kecepatan angin yang cenderung calm atau lemah ini membuat asap cenderung bertahan di wilayah Kalteng,” kata Neng Arini, Senin (21/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, kondisi kualitas udara yang masih berada dalam kategori berbahaya memang dipengaruhi oleh asap akibat karhutla yang masih terjadi di wilayah Kalteng.

Baca Juga :  Teras Narang dengan Tegas Tolak Penghapusan Posisi Gubernur

“Untuk kondisi kualitas udara, memang benar dipengaruhi dari asap akibat karhutla yang masih terjadi di Kalteng. Sehingga masih dalam kategori berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG memperkirakan terdapat potensi hujan ringan hingga sedang dalam sepekan ke depan. Namun, potensi hujan tersebut masih lebih berpeluang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara.

Adapun pada 21-23 September hujan diperkirakan akan terjadi di Murung Raya, Barito Utara, Gunung Mas, Katingan dan Kapuas.

Sementara itu tanggal 24-27 September hujan diperkirakan akan mengguyur Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan dan Kapuas.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak asap, perlu tetap memperhatikan perkembangan ku

Baca Juga :  NasDem Kalteng Salurkan 11 Sapi dan 3 Kambing Kurban untuk Masyarakat

Terpopuler

Artikel Terbaru