Kualitas udara Palangka Raya memburuk pada Kamis pagi. BMKG mencatat kondisi udara sempat masuk kategori berbahaya, sementara konsentrasi PM2,5 mencapai 206 mikrogram per meter kubik.
Terus memburuknya kualitas udara disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi. Mengakibatkan kondisi kualitas udara yang buruk tersebut dapat berdampak serius bagi kesehatan manusia, terutama sistem pernapasan.