Dikepung Kabut Asap Karhutla, SMAN 1 Nanga Bulik Masih Gelar Belajar Tatap Muka

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di tengah pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di SMA Negeri 1 Nanga Bulik terpantau masih tetap berjalan pada Senin (21/9/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa melintas di jalanan saat jam kepulangan sekolah.

Dengan mengenakan seragam putih abu-abu, beberapa di antaranya tampak berboncengan menggunakan sepeda motor menembus sisa-sisa kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Kondisi ini menuai kekhawatiran dari sejumlah orang tua murid.

Rita, salah seorang orang tua siswa, mengungkapkan keresahannya atas keselamatan dan kesehatan anak-anak yang masih dituntut hadir di sekolah dalam kondisi udara yang kurang sehat.

Baca Juga :  Program Smart City Sejalan dengan Visi yang Tertuang dalam RPJMD

Menurut Rita, pihak sekolah atau dinas terkait mestinya mengambil langkah diskresi untuk meliburkan siswa sementara waktu atau mengalihkan pembelajaran ke metode daring.

“Seharusnya di tengah situasi kabut asap seperti ini anak-anak diliburkan dulu dari aktivitas sekolah tatap muka. Meskipun mereka sudah jenjang SMA dan tergolong dewasa, ancaman ISPA dan gangguan kesehatan akibat asap tetap saja berbahaya bagi mereka,” ujar Rita.

Electronic money exchangers listing

Hingga berita ini diturunkan, warga dan para orang tua murid berharap ada kebijakan tegas dari pihak berwenang terkait imbauan penggunaan masker hingga penyesuaian jam belajar demi menjaga kesehatan para siswa di Kabupaten Lamandau. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di tengah pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di SMA Negeri 1 Nanga Bulik terpantau masih tetap berjalan pada Senin (21/9/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa melintas di jalanan saat jam kepulangan sekolah.

Dengan mengenakan seragam putih abu-abu, beberapa di antaranya tampak berboncengan menggunakan sepeda motor menembus sisa-sisa kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Electronic money exchangers listing

Kondisi ini menuai kekhawatiran dari sejumlah orang tua murid.

Rita, salah seorang orang tua siswa, mengungkapkan keresahannya atas keselamatan dan kesehatan anak-anak yang masih dituntut hadir di sekolah dalam kondisi udara yang kurang sehat.

Baca Juga :  Program Smart City Sejalan dengan Visi yang Tertuang dalam RPJMD

Menurut Rita, pihak sekolah atau dinas terkait mestinya mengambil langkah diskresi untuk meliburkan siswa sementara waktu atau mengalihkan pembelajaran ke metode daring.

“Seharusnya di tengah situasi kabut asap seperti ini anak-anak diliburkan dulu dari aktivitas sekolah tatap muka. Meskipun mereka sudah jenjang SMA dan tergolong dewasa, ancaman ISPA dan gangguan kesehatan akibat asap tetap saja berbahaya bagi mereka,” ujar Rita.

Hingga berita ini diturunkan, warga dan para orang tua murid berharap ada kebijakan tegas dari pihak berwenang terkait imbauan penggunaan masker hingga penyesuaian jam belajar demi menjaga kesehatan para siswa di Kabupaten Lamandau. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru