HMI Soroti Karhutla Kalimantan: Bukan Lagi Sekadar Persoalan Lingkungan

Pada pertengahan Agustus, persoalan kualitas udara dan gangguan terhadap aktivitas sekolah juga mulai menjadi perhatian.

“Ketika masyarakat harus menghirup udara yang tidak sehat, anak-anak kehilangan ruang belajar yang aman, penerbangan terganggu, dan aktivitas ekonomi ikut terdampak, maka kita harus berhenti melihat karhutla sebagai kejadian musiman yang cukup ditangani ketika api sudah membesar,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pendekatan pencegahan dan mitigasi berbasis risiko, bukan hanya memperbesar respons setelah kebakaran terjadi.

Karhutla dan Ancaman terhadap Pariwisata serta Ekonomi Kreatif

Sebagai Ketua PB HMI Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nur Ghina juga mengingatkan bahwa kabut asap dapat memberikan efek berantai terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan.

Baca Juga :  Majelis Kehormatan Notaris Wilayah Dilantik, Dirjen AHU Soroti Integritas dan Etika Profesi

Kualitas udara yang buruk dapat mengurangi kenyamanan wisatawan, mengganggu mobilitas masyarakat, memengaruhi penyelenggaraan kegiatan luar ruang, serta menciptakan persepsi negatif terhadap destinasi yang sebenarnya memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar.

“Pariwisata membutuhkan lingkungan yang sehat. Ekonomi kreatif membutuhkan ruang hidup dan ruang ekspresi yang aman. Kalau udara tidak sehat dan mobilitas terganggu, pelaku UMKM, pekerja kreatif, pengelola destinasi, pemandu wisata, hingga masyarakat lokal akan ikut merasakan dampaknya,”jelas Nur Ghina.

Electronic money exchangers listing

Karena itu, menurutnya, kebijakan penanganan karhutla harus mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi perlindungan ekonomi daerah dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Asap Lintas Batas Menjadi Alarm Diplomasi Lingkungan

Persoalan menjadi semakin serius karena sebaran asap dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dilaporkan bergerak menuju Sarawak.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, Tim Gabungan Lakukan Water Bombing di Tengah Sulitnya Akses

Pada 20 Agustus, pemberitaan juga mencatat 108 sekolah di Sarawak ditutup akibat kabut asap yang dikaitkan dengan karhutla dari Kalimantan.

Pada pertengahan Agustus, persoalan kualitas udara dan gangguan terhadap aktivitas sekolah juga mulai menjadi perhatian.

“Ketika masyarakat harus menghirup udara yang tidak sehat, anak-anak kehilangan ruang belajar yang aman, penerbangan terganggu, dan aktivitas ekonomi ikut terdampak, maka kita harus berhenti melihat karhutla sebagai kejadian musiman yang cukup ditangani ketika api sudah membesar,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pendekatan pencegahan dan mitigasi berbasis risiko, bukan hanya memperbesar respons setelah kebakaran terjadi.

Electronic money exchangers listing

Karhutla dan Ancaman terhadap Pariwisata serta Ekonomi Kreatif

Sebagai Ketua PB HMI Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nur Ghina juga mengingatkan bahwa kabut asap dapat memberikan efek berantai terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan.

Baca Juga :  Majelis Kehormatan Notaris Wilayah Dilantik, Dirjen AHU Soroti Integritas dan Etika Profesi

Kualitas udara yang buruk dapat mengurangi kenyamanan wisatawan, mengganggu mobilitas masyarakat, memengaruhi penyelenggaraan kegiatan luar ruang, serta menciptakan persepsi negatif terhadap destinasi yang sebenarnya memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar.

“Pariwisata membutuhkan lingkungan yang sehat. Ekonomi kreatif membutuhkan ruang hidup dan ruang ekspresi yang aman. Kalau udara tidak sehat dan mobilitas terganggu, pelaku UMKM, pekerja kreatif, pengelola destinasi, pemandu wisata, hingga masyarakat lokal akan ikut merasakan dampaknya,”jelas Nur Ghina.

Karena itu, menurutnya, kebijakan penanganan karhutla harus mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi perlindungan ekonomi daerah dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Asap Lintas Batas Menjadi Alarm Diplomasi Lingkungan

Persoalan menjadi semakin serius karena sebaran asap dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dilaporkan bergerak menuju Sarawak.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, Tim Gabungan Lakukan Water Bombing di Tengah Sulitnya Akses

Pada 20 Agustus, pemberitaan juga mencatat 108 sekolah di Sarawak ditutup akibat kabut asap yang dikaitkan dengan karhutla dari Kalimantan.

Terpopuler

Artikel Terbaru