“Khususnya di Palangka Raya, banyak terdapat sungai, rawa, dan danau yang menjadi sumber uap air. Saat matahari bersinar terik sejak pagi hingga siang hari, proses penguapan meningkat dan memicu pembentukan awan hujan,” terangnya.
Chandra menambahkan, pertumbuhan awan umumnya mulai terjadi pada siang hingga sore hari, yakni sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Jika pertumbuhan awan berlangsung kuat, maka dapat berkembang menjadi awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
“Semakin tinggi suhu udara pada siang hari, maka semakin besar pula proses penguapan yang terjadi. Kondisi ini membuat pertumbuhan awan hujan menjadi lebih aktif, sehingga berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi pada sore atau malam hari,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi genangan hingga banjir, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase kurang baik.
“Khususnya di Palangka Raya, banyak terdapat sungai, rawa, dan danau yang menjadi sumber uap air. Saat matahari bersinar terik sejak pagi hingga siang hari, proses penguapan meningkat dan memicu pembentukan awan hujan,” terangnya.
Chandra menambahkan, pertumbuhan awan umumnya mulai terjadi pada siang hingga sore hari, yakni sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Jika pertumbuhan awan berlangsung kuat, maka dapat berkembang menjadi awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
“Semakin tinggi suhu udara pada siang hari, maka semakin besar pula proses penguapan yang terjadi. Kondisi ini membuat pertumbuhan awan hujan menjadi lebih aktif, sehingga berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi pada sore atau malam hari,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi genangan hingga banjir, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase kurang baik.