Wabup Barsel Ajak Masyarakat Aktif Cegah Karhutla Selama Musim Kemarau

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati (Wabup) Barito Selatan (Barsel), Khristianto Yudha, mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan Ekstrem di Kabupaten Barito Selatan bertempat di Aula Setda, Rabu (5/8) siang.

” Saya meminta masyarakat turut melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar tempat tinggalnya. Apabila menemukan adanya asap atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah desa, aparat setempat, atau petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, ” ungkap Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha.

Baca Juga :  Karhutla di Kotim Tahun Ini Lebih Parah dari Sebelumnya

Menurut Wabup, upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, TNI, Polri, maupun tim pemadam kebakaran.

Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Barito Selatan tetap aman dari ancaman karhutla, sehingga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan aktivitas ekonomi dapat terus berjalan dengan baik selama musim kemarau.

Kapolres Barsel, AKBP Jecson R Hutapea juga turut memaparkan kesiapan Polres Barsel baik personel maupun sarana prasarana dalam menghadapi status tanggap darurat bencana karhutla.

Electronic money exchangers listing

“ Beberapa langkah dan upaya antisipatif Polres Barsel dalam mengantisipasi karhutla yakni melalui maping atau pemetaan daerah rawan karhutla, patroli dialogis, serta melalui penyuluhan dan edukasi, membentuk masyarakat peduli api, apel gelar personel dan sarpras secara rutin serta melaksanakan simulasi penanggulangan di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Pertama, Satu Pasien Corona Asal Barsel Meninggal Dunia

Kapolres berharap, melalui rakor ini terjalin sinergi yang lebih solid dalam penanggulangan bencana alam terutama karhutla di wilayah Barsel. Polres Barsel akan bersikap tegas menerapkan sanksi pidana bagi siapa saja yang sengaja atau lalai dalam membakar hutan dan lahan.

” Polres Barito Selatan (Barsel) dan instansi terkait hingga saat ini terus memperkuat sinergi melalui Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rakor ini membahas evaluasi penanganan sebelumnya, strategi pencegahan, kesiapan personel, serta penyusunan rencana aksi terpadu untuk mengantisipasi musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Barito Selatan,” tegasnya. (ena/kpg)

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati (Wabup) Barito Selatan (Barsel), Khristianto Yudha, mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan Ekstrem di Kabupaten Barito Selatan bertempat di Aula Setda, Rabu (5/8) siang.

Electronic money exchangers listing

” Saya meminta masyarakat turut melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar tempat tinggalnya. Apabila menemukan adanya asap atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah desa, aparat setempat, atau petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, ” ungkap Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha.

Baca Juga :  Karhutla di Kotim Tahun Ini Lebih Parah dari Sebelumnya

Menurut Wabup, upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, TNI, Polri, maupun tim pemadam kebakaran.

Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Barito Selatan tetap aman dari ancaman karhutla, sehingga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan aktivitas ekonomi dapat terus berjalan dengan baik selama musim kemarau.

Kapolres Barsel, AKBP Jecson R Hutapea juga turut memaparkan kesiapan Polres Barsel baik personel maupun sarana prasarana dalam menghadapi status tanggap darurat bencana karhutla.

“ Beberapa langkah dan upaya antisipatif Polres Barsel dalam mengantisipasi karhutla yakni melalui maping atau pemetaan daerah rawan karhutla, patroli dialogis, serta melalui penyuluhan dan edukasi, membentuk masyarakat peduli api, apel gelar personel dan sarpras secara rutin serta melaksanakan simulasi penanggulangan di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Pertama, Satu Pasien Corona Asal Barsel Meninggal Dunia

Kapolres berharap, melalui rakor ini terjalin sinergi yang lebih solid dalam penanggulangan bencana alam terutama karhutla di wilayah Barsel. Polres Barsel akan bersikap tegas menerapkan sanksi pidana bagi siapa saja yang sengaja atau lalai dalam membakar hutan dan lahan.

” Polres Barito Selatan (Barsel) dan instansi terkait hingga saat ini terus memperkuat sinergi melalui Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rakor ini membahas evaluasi penanganan sebelumnya, strategi pencegahan, kesiapan personel, serta penyusunan rencana aksi terpadu untuk mengantisipasi musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Barito Selatan,” tegasnya. (ena/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru