26.2 C
Jakarta
Wednesday, February 25, 2026

Hujan Keberkahan Guyur Lamandau Menjelang Ramadan 1447 H, Warga Diingatkan Waspada Banjir

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Kabupaten Lamandau menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H dengan suasana yang sejuk dan penuh haru.

Guyuran hujan deras yang melanda wilayah ini seolah menjadi simbol keberkahan bagi masyarakat yang tengah bersiap menjalankan ibadah puasa.

Suasana religius kian kental terasa seiring dengan alam yang seakan ikut bersiap menyucikan diri.

Fenomena alam ini berlangsung cukup lama, dimulai sejak Rabu malam (18/02/2026) sekitar pukul 18.30 WIB hingga Kamis dini hari (19/02/2026) pukul 04.30 WIB.

Durasi hujan yang mencapai lebih dari delapan jam ini menyelimuti hampir seluruh penjuru kabupaten dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga lebat.

Pantauan di berbagai platform media sosial menunjukkan antusiasme warga yang beragam dalam menyikapi cuaca ini. Banyak masyarakat mengunggah status.

Baca Juga :  Spesialias Rumah Kosong Ditangkap, Warga yang Kehilangan Barang Diminta Melapor

“Alhamdulillah semoga hujan menjelang puasa Ramadhan ini membawa keberkahan untuk kita semua,” tulisannya di beberapa akun pribadi masyarakat Lamandau.

Electronic money exchangers listing

Memaknai hujan ini sebagai rahmat Tuhan yang membawa kesejukan sebelum memasuki rutinitas ibadah puasa, serta berharap menjadi pertanda awal bulan yang penuh berkah.

Namun, di balik rasa syukur tersebut, terselip kekhawatiran dari warga yang bermukim di wilayah dataran rendah. Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama memicu kecemasan akan potensi luapan air sungai atau banjir kiriman.

“Hujan begini kami khawatir jika debit air terus meningkat, aktivitas persiapan sahur dan ibadah di awal Ramadan bisa terganggu oleh genangan air,” ungkap Andes.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, memberikan pernyataan resmi kepada media. Ia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap intensitas hujan yang cukup deras.

Baca Juga :  Pansus DPRD Lamandau Disiapkan Bahas RPJMD dan Ranperda Strategis

“Kami Pihak BPBD meminta warga, terutama di daerah rawan dan bantaran sungai, untuk memantau ketinggian air secara berkala guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Hendikel.

Meski dihantui potensi bencana, semangat warga Lamandau dalam menyambut bulan penuh ampunan ini tetap terjaga dengan optimisme tinggi.

Hujan yang turun hingga dini hari tadi diharapkan benar-benar menjadi pertanda baik bagi kelancaran ibadah selama sebulan penuh, dengan catatan masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap lingkungan sekitar. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Kabupaten Lamandau menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H dengan suasana yang sejuk dan penuh haru.

Guyuran hujan deras yang melanda wilayah ini seolah menjadi simbol keberkahan bagi masyarakat yang tengah bersiap menjalankan ibadah puasa.

Suasana religius kian kental terasa seiring dengan alam yang seakan ikut bersiap menyucikan diri.

Electronic money exchangers listing

Fenomena alam ini berlangsung cukup lama, dimulai sejak Rabu malam (18/02/2026) sekitar pukul 18.30 WIB hingga Kamis dini hari (19/02/2026) pukul 04.30 WIB.

Durasi hujan yang mencapai lebih dari delapan jam ini menyelimuti hampir seluruh penjuru kabupaten dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga lebat.

Pantauan di berbagai platform media sosial menunjukkan antusiasme warga yang beragam dalam menyikapi cuaca ini. Banyak masyarakat mengunggah status.

Baca Juga :  Spesialias Rumah Kosong Ditangkap, Warga yang Kehilangan Barang Diminta Melapor

“Alhamdulillah semoga hujan menjelang puasa Ramadhan ini membawa keberkahan untuk kita semua,” tulisannya di beberapa akun pribadi masyarakat Lamandau.

Memaknai hujan ini sebagai rahmat Tuhan yang membawa kesejukan sebelum memasuki rutinitas ibadah puasa, serta berharap menjadi pertanda awal bulan yang penuh berkah.

Namun, di balik rasa syukur tersebut, terselip kekhawatiran dari warga yang bermukim di wilayah dataran rendah. Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama memicu kecemasan akan potensi luapan air sungai atau banjir kiriman.

“Hujan begini kami khawatir jika debit air terus meningkat, aktivitas persiapan sahur dan ibadah di awal Ramadan bisa terganggu oleh genangan air,” ungkap Andes.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, memberikan pernyataan resmi kepada media. Ia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap intensitas hujan yang cukup deras.

Baca Juga :  Pansus DPRD Lamandau Disiapkan Bahas RPJMD dan Ranperda Strategis

“Kami Pihak BPBD meminta warga, terutama di daerah rawan dan bantaran sungai, untuk memantau ketinggian air secara berkala guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Hendikel.

Meski dihantui potensi bencana, semangat warga Lamandau dalam menyambut bulan penuh ampunan ini tetap terjaga dengan optimisme tinggi.

Hujan yang turun hingga dini hari tadi diharapkan benar-benar menjadi pertanda baik bagi kelancaran ibadah selama sebulan penuh, dengan catatan masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap lingkungan sekitar. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru