Pencarian Wanita Diduga Tenggelam Terkendala Arus, Ini Kata Lurah Pahandut

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pencarian seorang wanita yang diduga tenggelam di Sungai Kahayan, kawasan Jalan Rindang Banua, Kampung Ponton, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, terkendala kondisi arus sungai yang cukup deras.

Menyikapi hal itu, Lurah Pahandut Ahmad Reza mengimbau warga setempat untuk turut peduli dan membantu memantau proses pencarian korban yang masih berlangsung sejak Sabtu (30/5/2026) malam.

Ahmad Reza mengatakan, warga sebenarnya telah berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri sejak awal kejadian.

Namun, keterbatasan kemampuan dan kondisi sungai membuat upaya pencarian lanjutan perlu dilakukan oleh tim yang memiliki keahlian khusus.

“Harapan saya selaku Lurah Pahandut kepada warga di sekitar Jalan Rindang Banua ini mudah-mudahan korban cepat ditemukan dan mudah-mudahan para warga agar peduli,” katanya di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Polisi Sudah Terima 246 Laporan Dugaan Penipuan Robot Trading

Menurutnya, peran Basarnas dan tim SAR gabungan sangat dibutuhkan untuk melakukan penyisiran di area sungai yang memiliki karakteristik arus cukup kuat.

“Memang tadi dari awal kejadian warga sudah berinisiatif untuk mencari. Cuma memang keterbatasan dan mungkin keahlian minim sehingga diharapkan Basarnas untuk penyisiran kelanjutannya,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan, sebagian besar warga Pahandut sudah terbiasa beraktivitas di sungai dan memiliki kemampuan berenang. Meski demikian, kondisi arus yang cukup deras tetap menjadi tantangan dalam proses pencarian.

“Karena ibaratnya memang arusnya agak lumayan. Dikhawatirkan kalau secara manual mungkin kurang. Walaupun memang warga di Pahandut ini hampir rata-rata perenang atau memang mereka sudah biasa berenang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Barbuk Sabu Dimusnahkan di Hadapan Tersangka

Ahmad Reza juga mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kahayan untuk terus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk area rumah dan jamban yang berada di tepi sungai.

“Mudah-mudahan warga di sekeliling juga tetap memperhatikan. Siapa tahu nanti ada petunjuk atau tanda-tanda agar korban cepat ditemukan,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pencarian seorang wanita yang diduga tenggelam di Sungai Kahayan, kawasan Jalan Rindang Banua, Kampung Ponton, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, terkendala kondisi arus sungai yang cukup deras.

Menyikapi hal itu, Lurah Pahandut Ahmad Reza mengimbau warga setempat untuk turut peduli dan membantu memantau proses pencarian korban yang masih berlangsung sejak Sabtu (30/5/2026) malam.

Ahmad Reza mengatakan, warga sebenarnya telah berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri sejak awal kejadian.

Electronic money exchangers listing

Namun, keterbatasan kemampuan dan kondisi sungai membuat upaya pencarian lanjutan perlu dilakukan oleh tim yang memiliki keahlian khusus.

“Harapan saya selaku Lurah Pahandut kepada warga di sekitar Jalan Rindang Banua ini mudah-mudahan korban cepat ditemukan dan mudah-mudahan para warga agar peduli,” katanya di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Polisi Sudah Terima 246 Laporan Dugaan Penipuan Robot Trading

Menurutnya, peran Basarnas dan tim SAR gabungan sangat dibutuhkan untuk melakukan penyisiran di area sungai yang memiliki karakteristik arus cukup kuat.

“Memang tadi dari awal kejadian warga sudah berinisiatif untuk mencari. Cuma memang keterbatasan dan mungkin keahlian minim sehingga diharapkan Basarnas untuk penyisiran kelanjutannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar warga Pahandut sudah terbiasa beraktivitas di sungai dan memiliki kemampuan berenang. Meski demikian, kondisi arus yang cukup deras tetap menjadi tantangan dalam proses pencarian.

“Karena ibaratnya memang arusnya agak lumayan. Dikhawatirkan kalau secara manual mungkin kurang. Walaupun memang warga di Pahandut ini hampir rata-rata perenang atau memang mereka sudah biasa berenang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Barbuk Sabu Dimusnahkan di Hadapan Tersangka

Ahmad Reza juga mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kahayan untuk terus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk area rumah dan jamban yang berada di tepi sungai.

“Mudah-mudahan warga di sekeliling juga tetap memperhatikan. Siapa tahu nanti ada petunjuk atau tanda-tanda agar korban cepat ditemukan,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru