PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Seorang wanita diduga terjatuh dan tenggelam di Sungai Kahayan, kawasan Jalan Rindang Banua (Ponton) atau Kampung Ponton, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (30/5/2026) malam.
Laporan kejadian diterima Pusat Panggilan Darurat (Call Center) 112 Kota Palangka Raya pada pukul 19.33 WIB, sementara hingga malam hari korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian akan dilanjutkan oleh tim gabungan pada Minggu (31/5/2026) pagi.
Berdasarkan laporan yang diterima Call Center 112, informasi pertama kali disampaikan oleh keponakan korban, Aspiyasuariati, melalui sambungan telepon darurat.
Menurut keterangan pelapor, korban diduga kuat terjatuh ke sungai yang berada tepat di belakang rumahnya. Insiden tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 18.00 WIB usai korban melaksanakan salat Magrib.
“Iya benar, kejadiannya habis magrib,” ujar Aspiya saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (30/5/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan bersama instansi terkait langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Gang Rindang Banua, Kecamatan Pahandut. Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
“Iya benar ada laporan orang tenggelam, saat ini masih proses pencarian,” ujar Tim Humas Basarnas, Muhammad Rizali, saat dikonfirmasi awak media.
Relawan Emergency Response Palangka Raya, Ammy, mengatakan tim Basarnas tidak melakukan operasi pencarian di sungai pada malam hari karena mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kalau dari tim Basarnas tidak ada melakukan pencarian kalau malam, kami sesuai SOP,” katanya.
Menurut Ammy, operasi pencarian oleh tim SAR hanya dilakukan pada rentang waktu tertentu.
“Karena SOP kami hanya melakukan pencarian dari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB,” ujarnya.
Meski demikian, warga setempat tetap berupaya mencari keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian. Namun proses pencarian terkendala minimnya pencahayaan di area sungai pada malam hari.
“Saat ini warga tetap melakukan pencarian pada malam hari, namun kondisi di lapangan saat ini sangat minim pencahayaan,” ungkapnya.
Apabila hingga malam korban belum ditemukan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan lainnya akan melanjutkan operasi pencarian pada Minggu pagi.
“Kalau malam ini belum ditemukan juga, maka tim dari Basarnas, BPBD, dan relawan lainnya akan turun langsung untuk pencarian,” jelas Ammy.
Terkait kronologi kejadian, pihak relawan belum dapat memastikan penyebab maupun detail insiden karena keterangan yang diperoleh dari para saksi masih berbeda-beda.
“Untuk kronologi kami kurang tahu, karena dari saksi di sini berbeda-beda keterangannya,” katanya.
Ammy menambahkan, informasi awal diterima sekitar pukul 18.00 WIB. Karena laporan masuk menjelang malam, petugas belum sempat melakukan pencarian di sungai dan hanya melakukan survei lokasi untuk memetakan kondisi lapangan.
“Informasi dari warga di sana itu pukul 18.00 WIB, kami tidak sempat melakukan pencarian ke sungai karena sudah malam, jadi hanya melakukan survei bagaimana kondisi di lapangan untuk saat ini,” tutupnya.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait identitas lengkap korban serta menyelidiki kronologi pasti bagaimana korban dapat terjatuh ke dalam sungai.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati area pencarian agar tidak menghambat proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan. (her/adr)


