BUNTOK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) bersiap menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat dampak fenomena El Niño.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barsel mengusulkan penetapan status siaga karhutla menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat dampak fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Wakil Bupati (Wabup) Barsel, Khristianto Yudha menegaskan, pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan seperti kawasan Saabillah menuju Danau Ganting yang memiliki akses sulit untuk pemadaman. Pemerintah daerah perlu segera menetapkan status penanganan agar pembiayaan operasional, seperti patroli dan pemadaman, dapat dilakukan secara optimal.
” Saya juga meminta BPBD Barsel untuk laporan mengenai kondisi keuangan, kesiapan anggaran patroli, serta ketersediaan bahan bakar hingga berakhirnya musim kemarau dengan mempertimbangkan informasi cuaca dari BMKG. Kita harus memastikan seluruh kebutuhan operasional siap, termasuk pembagian personel patroli berdasarkan wilayah agar pengawasan lebih efektif,” ujar Khristianto Yudha.
Selain itu, Wabup Barsel menekankan bahwa penanganan karhutla memerlukan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, camat, lurah, kepala desa, hingga tokoh masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif,” tegasnya.
BUNTOK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) bersiap menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat dampak fenomena El Niño.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barsel mengusulkan penetapan status siaga karhutla menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat dampak fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Wakil Bupati (Wabup) Barsel, Khristianto Yudha menegaskan, pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan seperti kawasan Saabillah menuju Danau Ganting yang memiliki akses sulit untuk pemadaman. Pemerintah daerah perlu segera menetapkan status penanganan agar pembiayaan operasional, seperti patroli dan pemadaman, dapat dilakukan secara optimal.
” Saya juga meminta BPBD Barsel untuk laporan mengenai kondisi keuangan, kesiapan anggaran patroli, serta ketersediaan bahan bakar hingga berakhirnya musim kemarau dengan mempertimbangkan informasi cuaca dari BMKG. Kita harus memastikan seluruh kebutuhan operasional siap, termasuk pembagian personel patroli berdasarkan wilayah agar pengawasan lebih efektif,” ujar Khristianto Yudha.
Selain itu, Wabup Barsel menekankan bahwa penanganan karhutla memerlukan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, camat, lurah, kepala desa, hingga tokoh masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif,” tegasnya.