“Kemungkinan besar kita arahkan kekhususannya pada penyakit infeksi. Baik infeksi emerging, infeksi re-emerging maupun infeksi yang sudah ada. Misalnya nanti TBC kita fokuskan ke sana. Karena kalau digabung dengan layanan di RSUD Doris Sylvanus, risiko penularannya akan lebih besar,” ujarnya.
Kembali dijelaskannya, bahwa rumah sakit tersebut tetap akan melayani berbagai jenis penyakit, namun memiliki fokus utama pada penanganan penyakit infeksi, sebagaimana rumah sakit lain yang memiliki layanan kekhususan tertentu.
“Penyakit lain tetap kita layani juga, tetapi kekhususannya nanti pada infeksi. Kalau RS Kalawa Atei memiliki kekhususan layanan kesehatan jiwa, maka rumah sakit di Tangkiling ini direncanakan fokus pada penyakit infeksi,”ujarnya.
Terkait target penyelesaian pembangunan, Suyuti menyarankan agar informasi tersebut dikonfirmasi kepada instansi yang menangani proyek pembangunan. Yakni sektor pekerjaan umum, karena Dinas Kesehatan tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan konstruksi.
“Apakah tahun ini selesai atau masih bertahap, itu lebih tepat ditanyakan ke PUPR. Yang jelas, ketika sudah siap beroperasi, nanti Dinas Kesehatan yang akan mengoperasionalkannya,” pungkasnya. (adr)
“Kemungkinan besar kita arahkan kekhususannya pada penyakit infeksi. Baik infeksi emerging, infeksi re-emerging maupun infeksi yang sudah ada. Misalnya nanti TBC kita fokuskan ke sana. Karena kalau digabung dengan layanan di RSUD Doris Sylvanus, risiko penularannya akan lebih besar,” ujarnya.
Kembali dijelaskannya, bahwa rumah sakit tersebut tetap akan melayani berbagai jenis penyakit, namun memiliki fokus utama pada penanganan penyakit infeksi, sebagaimana rumah sakit lain yang memiliki layanan kekhususan tertentu.
“Penyakit lain tetap kita layani juga, tetapi kekhususannya nanti pada infeksi. Kalau RS Kalawa Atei memiliki kekhususan layanan kesehatan jiwa, maka rumah sakit di Tangkiling ini direncanakan fokus pada penyakit infeksi,”ujarnya.
Terkait target penyelesaian pembangunan, Suyuti menyarankan agar informasi tersebut dikonfirmasi kepada instansi yang menangani proyek pembangunan. Yakni sektor pekerjaan umum, karena Dinas Kesehatan tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan konstruksi.
“Apakah tahun ini selesai atau masih bertahap, itu lebih tepat ditanyakan ke PUPR. Yang jelas, ketika sudah siap beroperasi, nanti Dinas Kesehatan yang akan mengoperasionalkannya,” pungkasnya. (adr)