PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO — Di tengah hiruk-pikuk kota, keberadaan ruang terbuka hijau menjadi napas segar sekaligus rumah kedua bagi warga. Tak perlu jauh melangkah ke luar kota, cukup hadir ke Bundaran Besar Palangka Raya, kesejukan serta kehangatan kebersamaan pun menyambut.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar kini menjelma menjadi tempat favorit warga menghabiskan waktu luang. Sore hingga malam, terlebih akhir pecan. Kawasan ini hidup penuh tawa dan aktivitas. Keluarga berkumpul, anak-anak berlari riang, dan udara segar menyejukkan siapa saja yang singgah.
Menjelang malam minggu, tepatnya pukul 19.00 ke atas, keramaian makin terasa. Pengunjung datang berbondong-bondong, menikmati suasana kota yang tenang sambil berbincang santai. Di sore hari, terlihat pula warga yang bergerak serasi melakukan olahraga yoga bersama. Pemandangan ini menyatu dengan alam di tengah kota.
“Biasanya malam minggu mulai ramai dari pukul 19.00. Sore harinya banyak yang duduk-duduk santai sekaligus olahraga yoga rutin dilakukan setiap hari,” ujar Nafi, pengelola kebersihan kawasan RTH Bundaran Besar, ketika disambangi Prokalteng.co, Jumat (7/8/2026).
Daya tarik tempat ini pun tak lepas dari fasilitas yang memanjakan siapa saja. Kini sudah ada area permainan anak yang tampak masih baru. Ada pula anjungan yang memungkinkan pengunjung naik ke atas untuk menikmati pemandangan sekeliling kota dari ketinggian. Bahkan, ruang bawah tanah kawasan ini, ikut dibuka setiap akhir pecan. Hal itu menambah alasan warga untuk selalu datang berkunjung.
Salah satu pengunjung setia, Tata, tampak ceria menemani anaknya bermain di area taman. Ia sengaja datang sepulang jam sekolah, agar buah hatinya bisa bersenang-senang sekaligus melepas penat.
“Saya ke sini untuk bersantai, membawa anak bermain dan jajan bersama. Biasanya datang sore hari menyesuaikan jam sekolah anak,” ungkapnya sambil tersenyum.
Baginya, RTH Bundaran Besar adalah pilihan tepat. Tempatnya bersih, tertata rapi, dan tempat sampah tersedia cukup banyak, sehingga lingkungan tetap terjaga. Terutama kehadiran taman bermain yang baru membuat anak-anaknya tak ingin pulang lebih awal.
“Tempatnya bagus, cocok untuk bersantai dan lingkungannya bersih. Tempat sampahnya pun banyak. Saya suka membawa anak ke sini karena ada tempat bermain yang baru, sehingga anak-anak merasa senang,” tambahnya.
Kenyamanan yang dirasakan pengunjung tentu tak lepas dari kepedulian bersama. Nafi berharap, ke depannya masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan. Keindahan dan kenyamanan tempat ini terjaga bukan hanya karena pengelola, melainkan juga karena kesadaran setiap pengunjung yang datang.
“Pengunjung diharapkan tertib mematuhi peraturan dan ikut menjaga kebersihan. Semoga RTH Bundaran Besar terus diperbaiki dan ditata agar makin nyaman untuk kita semua,” harap Nafi. (*mg_3/hnd)


