14 Dapur MBG Ditutup Sementara, Wakil Wali Kota: Ini Wajib Dievaluasi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah kawasan Pahandut dan Panarung, Kota Palangka Raya, dihentikan sementara.

Penutupan 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini dilakukan untuk evaluasi, menyusul temuan masalah kebersihan hingga administrasi.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara SPPG merupakan hal yang wajib dilakukan demi menjaga kualitas program MBG sebagai program strategis nasional.

“Program strategis nasional harus tetap berjalan, dan kepala daerah wajib memastikan pelaksanaannya sesuai standar,” ujar Zaini, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, penutupan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari pembenahan agar program berjalan optimal.

Baca Juga :  Sepekan ke Depan, Beberapa Wilayah Kalteng Berpotensi Hujan

“Tidak mungkin ditutup tanpa alasan. Pasti ada yang harus diperbaiki,” katanya.

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah SPPG belum memenuhi standar, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Electronic money exchangers listing

“IPAL ini penting karena setiap hari ada limbah dari aktivitas memasak yang harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Zaini mengingatkan, pengelolaan limbah yang tidak sesuai berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kalau tidak dikelola dengan benar, limbah bisa mencemari lingkungan,” tegasnya.

Pemkot Palangka Raya pun telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendampingan terhadap SPPG yang terdampak.

“Kami minta ada pendampingan agar SPPG segera memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia berharap proses perbaikan bisa segera rampung sehingga SPPG dapat kembali beroperasi dan layanan kepada penerima manfaat tidak terganggu.

Baca Juga :  Kasus Keracunan MBG Disebabkan Ketidakpatuhan SPPG pada SOP

“Kami ingin ini cepat selesai, karena yang terdampak langsung adalah para penerima manfaat,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah kawasan Pahandut dan Panarung, Kota Palangka Raya, dihentikan sementara.

Penutupan 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini dilakukan untuk evaluasi, menyusul temuan masalah kebersihan hingga administrasi.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara SPPG merupakan hal yang wajib dilakukan demi menjaga kualitas program MBG sebagai program strategis nasional.

Electronic money exchangers listing

“Program strategis nasional harus tetap berjalan, dan kepala daerah wajib memastikan pelaksanaannya sesuai standar,” ujar Zaini, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, penutupan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari pembenahan agar program berjalan optimal.

Baca Juga :  Sepekan ke Depan, Beberapa Wilayah Kalteng Berpotensi Hujan

“Tidak mungkin ditutup tanpa alasan. Pasti ada yang harus diperbaiki,” katanya.

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah SPPG belum memenuhi standar, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“IPAL ini penting karena setiap hari ada limbah dari aktivitas memasak yang harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Zaini mengingatkan, pengelolaan limbah yang tidak sesuai berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kalau tidak dikelola dengan benar, limbah bisa mencemari lingkungan,” tegasnya.

Pemkot Palangka Raya pun telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendampingan terhadap SPPG yang terdampak.

“Kami minta ada pendampingan agar SPPG segera memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia berharap proses perbaikan bisa segera rampung sehingga SPPG dapat kembali beroperasi dan layanan kepada penerima manfaat tidak terganggu.

Baca Juga :  Kasus Keracunan MBG Disebabkan Ketidakpatuhan SPPG pada SOP

“Kami ingin ini cepat selesai, karena yang terdampak langsung adalah para penerima manfaat,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru