PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pesta olahraga akbar terbesar di Bumi Tambun Bungai (julukan Kalteng), berlabel Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada tahun 2026,hanya tinggal beberapa bulan.

Pada gelaran yang dijadwalkan bulan Oktober 2026 tersebut, Kontingen Kota Palangka Raya bakal dipimpin oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Hal ini terungkap saat audiensi jajaran KONI Kota Palangka Raya yang dipimpin langsung Ketua KONI Kota Palangka Raya, Karuhei TN Asang SPd MPd, saat audiens dengan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, di ruang wali kota, Rabu siang (3/6/2025).
“Kami juga sangat berterima kasih, karena pak wali kota bersedia menjadi Ketua Kontingen Kota Palangka Raya. Beliau memberikan berbagai arahan yang akan ditindaklanjuti KONI, termasuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak,” kata Karuhei TN Asang yang didampingi jajaran pengurus seperti Tri Wahyana, Gatot Dariyadi, Pujo Harianto dan Triono.
Dikatakan Karuhei. Saat audiensi. Pihaknya melaporkan kesiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng.
“KONI sudah melakukan berbagai tahapan persiapan menghadapi Porprov. Hasil dari tahapan tersebut kami laporkan kepada Pak Wali Kota terkait kesiapan kontingen Kota Palangka Raya dalam menghadapi Porprov,” jelas Karuhei.

Menurutnya, Wali Kota Palangka Raya memberikan sejumlah arahan agar persiapan dilakukan secara maksimal, guna mendukung target gelar juara umum pada Porprov mendatang.
“Pak Wali Kota memberikan beberapa petunjuk dan saran kepada KONI agar benar-benar mempersiapkan kontingen dengan maksimal. Menurut beliau, target Kota Palangka Raya adalah kembali meraih juara umum,” ujarnya.
Kota Palangka Raya sendiri telah mempersiapkan diri untuk mengikuti 28 cabang olahraga yang dipertandingkan serta satu cabang olahraga eksibishi dari total 32 cabang olahraga yang tersedia.
“Kami sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti 28 cabang olahraga yang dipertandingkan dan satu cabang olahraga eksibisi,” katanya.
Dia menjelaskan beberapa cabang olahraga yang tidak diikuti. Di antaranya korfball, drum band, dan menembak.
“Kalau kendala tentu ada. Namun, apa pun kendalanya, kami berupaya menyiasatinya. Situasi seperti ini tidak hanya dialami Kota Palangka Raya, tetapi juga hampir semua kabupaten dan kota di Indonesia,” tuturnya.
Karuhei menyebut kendala utama berkaitan dengan efisiensi anggaran, namun pihaknya tetap mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palangka Raya.
Sementara itu, kesiapan kontingen saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 70 persen dan seluruh tahapan administrasi, termasuk pendaftaran atlet, terus berjalan.
“Harapan dari KONI dan pemerintah kepada seluruh atlet Kota Palangka Raya, agar tetap semangat dalam menjalani latihan dan pertandingan serta memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Kota Palangka Raya di ajang Porprov,” ucapnya. (adr/ind)


