PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam secara total selama kurang lebih satu bulan terakhir mulai berdampak serius pada kesehatan warga. Di kawasan Jalan Menteng XII misalnya, kepulan asap pekat dari sisa kebakaran terus mengganggu aktivitas para tukang bangunan yang sedang menyelesaikan proyek bangunan rumah pribadi.
Senin (7/9/2026), pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi lahan yang memprihatinkan. Walaupun nyala api hampir tidak terlihat, namun permukaan tanah gambut masih mengeluarkan kepulan asap putih. Sesekali, bara api dan titik nyala kecil berwarna merah masih terlihat jelas dari balik dedaunan kering serta ranting-ranting semak yang hangus.
Api di permukaan sering kali terlihat sudah mati setelah disiram air, namun bara api di dalam tanah masih terus menyala dan kembali mengeluarkan asap tebal keesokan harinya.
Musa (45), salah satu tukang bangunan di lokasi tersebut mengungkapkan bahwa paparan asap sangat mengganggu kesehatannya dan lima rekan kerjanya. Mereka terpaksa harus tetap melanjutkan pekerjaan di tengah kualitas udara yang memburuk.
“Sangat terganggu. Yang paling jelas terasa itu susah bernapas dan mata perih. Selama ada asap ini, kami juga jadi kena selesma (flu),” ungkap Musa saat ditemui di lokasi proyek.
Musa menambahkan bahwa penanganan kebakaran di area tersebut terkesan belum tuntas. Ia menyebutkan bahwa sisa api dan asap masih terus bermunculan setiap harinya, karena belum dipadamkan secara menyeluruh hingga ke bagian bawah tanah.
Para pekerja berharap agar sisa kebakaran ini dapat segera ditangani secara tuntas oleh pihak terkait agar aktivitas pekerjaan dan kesehatan mereka tidak terus-menerus terancam. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam secara total selama kurang lebih satu bulan terakhir mulai berdampak serius pada kesehatan warga. Di kawasan Jalan Menteng XII misalnya, kepulan asap pekat dari sisa kebakaran terus mengganggu aktivitas para tukang bangunan yang sedang menyelesaikan proyek bangunan rumah pribadi.
Senin (7/9/2026), pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi lahan yang memprihatinkan. Walaupun nyala api hampir tidak terlihat, namun permukaan tanah gambut masih mengeluarkan kepulan asap putih. Sesekali, bara api dan titik nyala kecil berwarna merah masih terlihat jelas dari balik dedaunan kering serta ranting-ranting semak yang hangus.
Api di permukaan sering kali terlihat sudah mati setelah disiram air, namun bara api di dalam tanah masih terus menyala dan kembali mengeluarkan asap tebal keesokan harinya.
Musa (45), salah satu tukang bangunan di lokasi tersebut mengungkapkan bahwa paparan asap sangat mengganggu kesehatannya dan lima rekan kerjanya. Mereka terpaksa harus tetap melanjutkan pekerjaan di tengah kualitas udara yang memburuk.
“Sangat terganggu. Yang paling jelas terasa itu susah bernapas dan mata perih. Selama ada asap ini, kami juga jadi kena selesma (flu),” ungkap Musa saat ditemui di lokasi proyek.
Musa menambahkan bahwa penanganan kebakaran di area tersebut terkesan belum tuntas. Ia menyebutkan bahwa sisa api dan asap masih terus bermunculan setiap harinya, karena belum dipadamkan secara menyeluruh hingga ke bagian bawah tanah.
Para pekerja berharap agar sisa kebakaran ini dapat segera ditangani secara tuntas oleh pihak terkait agar aktivitas pekerjaan dan kesehatan mereka tidak terus-menerus terancam. (her)