PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komando Daerah Militer (Kodam) XII Tambun Bungai memaksimalkan kekuatan satuan organik di daerah dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sejauh ini, operasi pemadaman di jalur darat sepenuhnya masih mengandalkan prajurit dari jajaran Kodam.
Panglima Kodam (Pangdam) XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa seluruh prajuritnya di wilayah bertugas penuh waktu.
Kolaborasi lintas instansi juga terus diperkuat guna memastikan penanganan bencana kabut asap berjalan efektif.
“Semua yang ada di Kodam XXII Tambun Bungai bekerja maksimal untuk penanganan api. Kita sudah berbagi dengan pemerintah daerah dan dengan Polri, kita buat strategi,” tegas Mayjen Zainul saat memantau pendinginan titik api di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (5/9/2026) sore.
Pangdam menjelaskan, selain pemadaman langsung, operasi pasukan organik di daerah juga memiliki target krusial lainnya, yakni mengamankan akses vital di tengah kepungan kabut asap.
“Jalur-jalur transportasi baik itu udara maupun darat, itu kita amankan. Yang penting jalur logistik itu harus kita amankan, jadi prioritas kita. Terutama juga untuk daerah-daerah prioritas,” tambahnya.
Kerja keras dan upaya maksimal dari pasukan daerah ini menjadi tulang punggung utama, mengingat hingga saat ini belum ada pengerahan batalyon khusus pemadam dari pusat yang diterjunkan ke garis depan Karhutla.
“Dari batalyon pusat, untuk penanganan kebakaran sendiri itu belum ada. Baru ada satu Tim Alfa saja, itu pun untuk pemetaan. Adapun dari tim penyuluh dari Mabes TNI, Sesko Angkatan, dan Sesko TNI itu ada. Tapi untuk penanggulangan (pemadaman) sendiri, itu semuanya dari satuan Kodam,” urainya.
Berdasarkan pantauan Prokalteng di lapangan, dedikasi pasukan daerah ini terlihat jelas. Prajurit TNI dari satuan organik Kodam tampak terus berjibaku di kawasan Bandara Tjilik Riwut yang saat ini sudah pada tahap pendinginan.


