Kualitas Udara Palangka Raya Memburuk, BMKG Ungkap Penyebabnya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kondisi udara di Kota Palangka Raya pada Sabtu pagi (5/9/2026) kembali memburuk.

Pantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, dalam rentang pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti. Menyampaikan konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat pada pukul 07.00 WIB dengan nilai mencapai 253,3 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.

“Pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB kategori tidak sehat hingga bahaya,” ujar Chandra Mukti saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan. Berdasarkan perbandingan grafik konsentrasi PM2.5 pada 5 September dengan sehari sebelumnya, kondisi pada Sabtu pagi menunjukkan peningkatan konsentrasi partikulat.

“Dilihat dari grafiknya kondisi lebih tinggi konsentrasi partikulat PM2.5 hari ini daripada kemarin. Artinya hari ini lebih cenderung memburuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Kalteng Bagian Utara Diprediksi Hujan

Chandra Mukti juga memastikan, kondisi udara kabur yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah saat ini berkaitan dengan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, berdasarkan pantauan BMKG, sebaran asap akibat karhutla telah meluas ke sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

“Kondisi udara kabur di wilayah Kalteng disebabkan dari asap karhutla, dan sebaran asap sudah tersebar di sebagian besar wilayah Kalteng,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk informasi terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan konsentrasi PM10, BMKG mengarahkan agar data tersebut dikonfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Kunanto: Dewan Harus Ikut Selesaikan Permasalahan Tarif PDAM

BMKG mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan apabila terpaksa di luar ruangan untuk selalu menggunakan masker,” pungkas Chandra Mukti.

Di sisi lain, BMKG memprakirakan adanya potensi hujan dalam satu pekan ke depan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kondisi udara di Kota Palangka Raya pada Sabtu pagi (5/9/2026) kembali memburuk.

Pantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, dalam rentang pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti. Menyampaikan konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat pada pukul 07.00 WIB dengan nilai mencapai 253,3 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.

Electronic money exchangers listing

“Pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB kategori tidak sehat hingga bahaya,” ujar Chandra Mukti saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan. Berdasarkan perbandingan grafik konsentrasi PM2.5 pada 5 September dengan sehari sebelumnya, kondisi pada Sabtu pagi menunjukkan peningkatan konsentrasi partikulat.

“Dilihat dari grafiknya kondisi lebih tinggi konsentrasi partikulat PM2.5 hari ini daripada kemarin. Artinya hari ini lebih cenderung memburuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Kalteng Bagian Utara Diprediksi Hujan

Chandra Mukti juga memastikan, kondisi udara kabur yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah saat ini berkaitan dengan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, berdasarkan pantauan BMKG, sebaran asap akibat karhutla telah meluas ke sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

“Kondisi udara kabur di wilayah Kalteng disebabkan dari asap karhutla, dan sebaran asap sudah tersebar di sebagian besar wilayah Kalteng,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk informasi terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan konsentrasi PM10, BMKG mengarahkan agar data tersebut dikonfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Kunanto: Dewan Harus Ikut Selesaikan Permasalahan Tarif PDAM

BMKG mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan apabila terpaksa di luar ruangan untuk selalu menggunakan masker,” pungkas Chandra Mukti.

Di sisi lain, BMKG memprakirakan adanya potensi hujan dalam satu pekan ke depan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru