PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di seluruh SPBU wilayah Kalimantan Tengah mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.
Meski sejumlah produk BBM non-subsidi mengalami penurunan harga, kondisi di lapangan menunjukkan konsumen di Kota Palangka Raya justru beralih menggunakan Pertalite sehingga antrean di jalur BBM bersubsidi semakin panjang.
Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax Turbo turun Rp1.450 menjadi Rp19.750 per liter. Dexlite juga mengalami penurunan sebesar Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun Rp3.700 menjadi Rp21.650 per liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap Rp16.650 per liter dan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.
Supervisor (SPV) SPBU di Jalan Soekarno, Kota Palangka Raya, Rizky, mengatakan penjualan Pertamax kini lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya, antrean kendaraan di dispenser Pertalite meningkat karena banyak pengguna Pertamax beralih ke BBM bersubsidi tersebut.
“Pertalite antreannya yang pasti lebih panjang dari sebelum-sebelumnya. Dikarenakan banyak pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite,” ujar Rizky saat diwawancarai, Sabtu (4/7/2026).
Selain meningkatnya antrean kendaraan, Rizky juga mengungkapkan tingginya pembelian BBM menggunakan jerigen. Kondisi tersebut dipicu oleh seringnya pemadaman listrik di Palangka Raya sehingga masyarakat membeli bahan bakar untuk mengoperasikan generator set (genset).
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, pihak SPBU memberikan toleransi pembelian BBM menggunakan jerigen dengan batas tertentu.
“Penggunanya lebih banyak pakai jerigen karena mereka mau ngisi genset, karena sekarang musim mati lampu. Itu lebih ke toleransi kami saja, tapi biasanya (dibatasi untuk) jerigen 5 liter. Untuk di atas itu masih kami batasi, belum bisa,” tegas Rizky.
Meski permintaan Pertalite meningkat, Rizky memastikan pasokan di SPBU Jalan Soekarno tetap aman. SPBU tersebut menerima distribusi rutin sebanyak 16 kiloliter (KL) Pertalite setiap hari.
Namun demikian, ia mengakui pengiriman terkadang mengalami keterlambatan akibat antrean mobil tangki di depot pengisian.
“Pasokan aman aja, datang sesuai seperti biasanya. Cuma mungkin karena ada antrean mobil tangki untuk pengisian Pertalite di depot sana, jadi pengirimannya agak sedikit terlambat,” pungkasnya. (her)


