Sehari, 7 Titik Karhutla Melanda Lamandau, Tim Gabungan Bekerja Ekstra Keras

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, Damkar, TNI, Polri, hingga masyarakat dan pihak swasta harus bekerja ekstra keras.

Pasalnya, dalam sehari sebanyak tujuh titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau pada Rabu (2/9/2026).

Upaya pemadaman maraton tersebut dilakukan secara intensif di berbagai lokasi, mulai dari area pemukiman, kebun sawit warga, hingga kawasan lahan gambut dan mineral.

Kalaksa BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan kejadian tersebut saat memberikan keterangannya kepada wartawan. Ia mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh personel yang diterjunkan ke lapangan.

“Dalam sehari, tim gabungan dari BPBD, Damkar Kabupaten Lamandau, TNI, dan Polri menangani karhutla di 7 titik lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Lamandau pada Rabu kemarin,” kata Hendikel, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Terjunkan Personel, Pastikan Pengisian BBM Tidak Ada yang Nakal

Hendikel menjelaskan, penanganan karhutla tersebut menyasar beberapa lokasi kunci. Di antaranya kawasan jalan lintas Desa Bunut (ujung RT 08), Kecamatan Bulik, yang berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim Damkar dengan luasan sekitar 20 m x 50 meter.

Di saat bersamaan, penanganan juga dilakukan di kawasan samping SMA 3 Bulik Desa Arga Mulya dengan luas area terakar yang berhasil dipadamkan mencapai 30 m x 40 meter.

Electronic money exchangers listing

“Selain titik yang berhasil dipadamkan total, tim gabungan di lapangan juga masih terus mengendalikan api di beberapa titik lain agar tidak meluas. Seperti penanganan lanjutan di Jalan Kompi Desa Kujan (belakang Sutet) yang berhasil memadamkan lahan seluas kurang lebih 1 hektar, serta di Desa Penopa dengan capaian pemadaman sekitar 3 hektar,” tutur Hendikel.

Baca Juga :  Waspada Perubahan Cuaca Mendadak, Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung Dalam Waktu Lama

Tak hanya itu, aksi cepat juga ditunjukkan oleh tim Masyarakat Peduli Bencana (MPA) bersama Tagana dan warga lokal di Desa Batu Kotam yang berhasil memadamkan area seluas 0,5 hektar dengan memanfaatkan air dari Sungai Lamandau.

Meskipun sebagian besar titik api berhasil dikuasai dan dipadamkan, petugas di lapangan sempat menghadapi sejumlah hambatan teknis.

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, Damkar, TNI, Polri, hingga masyarakat dan pihak swasta harus bekerja ekstra keras.

Pasalnya, dalam sehari sebanyak tujuh titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau pada Rabu (2/9/2026).

Upaya pemadaman maraton tersebut dilakukan secara intensif di berbagai lokasi, mulai dari area pemukiman, kebun sawit warga, hingga kawasan lahan gambut dan mineral.

Electronic money exchangers listing

Kalaksa BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan kejadian tersebut saat memberikan keterangannya kepada wartawan. Ia mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh personel yang diterjunkan ke lapangan.

“Dalam sehari, tim gabungan dari BPBD, Damkar Kabupaten Lamandau, TNI, dan Polri menangani karhutla di 7 titik lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Lamandau pada Rabu kemarin,” kata Hendikel, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Terjunkan Personel, Pastikan Pengisian BBM Tidak Ada yang Nakal

Hendikel menjelaskan, penanganan karhutla tersebut menyasar beberapa lokasi kunci. Di antaranya kawasan jalan lintas Desa Bunut (ujung RT 08), Kecamatan Bulik, yang berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim Damkar dengan luasan sekitar 20 m x 50 meter.

Di saat bersamaan, penanganan juga dilakukan di kawasan samping SMA 3 Bulik Desa Arga Mulya dengan luas area terakar yang berhasil dipadamkan mencapai 30 m x 40 meter.

“Selain titik yang berhasil dipadamkan total, tim gabungan di lapangan juga masih terus mengendalikan api di beberapa titik lain agar tidak meluas. Seperti penanganan lanjutan di Jalan Kompi Desa Kujan (belakang Sutet) yang berhasil memadamkan lahan seluas kurang lebih 1 hektar, serta di Desa Penopa dengan capaian pemadaman sekitar 3 hektar,” tutur Hendikel.

Baca Juga :  Waspada Perubahan Cuaca Mendadak, Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung Dalam Waktu Lama

Tak hanya itu, aksi cepat juga ditunjukkan oleh tim Masyarakat Peduli Bencana (MPA) bersama Tagana dan warga lokal di Desa Batu Kotam yang berhasil memadamkan area seluas 0,5 hektar dengan memanfaatkan air dari Sungai Lamandau.

Meskipun sebagian besar titik api berhasil dikuasai dan dipadamkan, petugas di lapangan sempat menghadapi sejumlah hambatan teknis.

Terpopuler

Artikel Terbaru