Menjawab kekhawatiran mahasiswa, terutama calon wisudawan, terkait keabsahan ijazah mereka pada pelaksanaan wisuda mendatang, Salampak menggaransi bahwa semuanya aman. Sembari menunggu jadwal asesmen resmi turun, institusi akan diterbitkan status akreditasi sementara.
“Nanti akan keluar akreditasi sementara sebelum dilakukan asesmen. Jadi tidak akan ada yang mati akreditasinya. (Untuk wisuda) aman, sementara akreditasinya dengan status ‘Baik Sekali’ (setara B),” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan penjelasan yang transparan mengenai alasan mengapa UPR saat ini belum menargetkan akreditasi dengan predikat ‘Unggul’ (setara A). Ia mengakui masih ada sejumlah evaluasi internal yang harus dikejar oleh pihak universitas.
“Kita tidak bisa (langsung) menuju ke Unggul karena ada beberapa persyaratan teknis kita yang belum terpenuhi. Contohnya adalah rasio Lektor Kepala dan Guru Besar dibandingkan dengan jumlah total dosennya,” pungkasnya. (her)
Menjawab kekhawatiran mahasiswa, terutama calon wisudawan, terkait keabsahan ijazah mereka pada pelaksanaan wisuda mendatang, Salampak menggaransi bahwa semuanya aman. Sembari menunggu jadwal asesmen resmi turun, institusi akan diterbitkan status akreditasi sementara.
“Nanti akan keluar akreditasi sementara sebelum dilakukan asesmen. Jadi tidak akan ada yang mati akreditasinya. (Untuk wisuda) aman, sementara akreditasinya dengan status ‘Baik Sekali’ (setara B),” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan penjelasan yang transparan mengenai alasan mengapa UPR saat ini belum menargetkan akreditasi dengan predikat ‘Unggul’ (setara A). Ia mengakui masih ada sejumlah evaluasi internal yang harus dikejar oleh pihak universitas.
“Kita tidak bisa (langsung) menuju ke Unggul karena ada beberapa persyaratan teknis kita yang belum terpenuhi. Contohnya adalah rasio Lektor Kepala dan Guru Besar dibandingkan dengan jumlah total dosennya,” pungkasnya. (her)