Korban yang Tewas Mengapung di Sungai Mentaya Ternyata Sudah Beberapa Kali Tercebur

PROKALTENG.CO – Fakta baru terungkap dalam kasus ditemukannya Maslianor (62) meninggal dunia mengapung di Sungai Mentaya, kawasan Pelabuhan Susur Sungai Kompleks Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Sampit.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya sudah beberapa kali tercebur ke sungai, namun selalu berhasil diselamatkan oleh suaminya.

Kondisi kesehatan korban yang mengalami gangguan penglihatan serta stroke ringan diduga menjadi perhatian keluarga.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengatakan, dari keterangan suami korban kepada polisi, korban diketahui memang sering beraktivitas di sekitar pinggir sungai. Aktivitas tersebut di antaranya mencuci peralatan makan hingga mandi.

Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya sudah beberapa kali tercebur ke sungai. Namun, kejadian itu selalu berhasil ditangani karena suami korban segera memberikan pertolongan.

Baca Juga :  Tali Pusar Masih Menempel, Bayi Ditemukan Warga di Semak-semak

“Menurut keterangan dari suami korban bahwa korban sering beraktivitas di pinggir sungai baik untuk mencuci peralatan makan dan mandi, untuk korban sudah sering tercebur ke air tetapi selalu sempat diselamatkan oleh suami korban,” ungkapnya, Senin (29/6/2026).

Selain itu, korban disebut mengalami rabun dan stroke ringan yang membuat keluarga semakin khawatir terhadap aktivitasnya di sekitar sungai.

Electronic money exchangers listing

Setelah dilakukan pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

“Hasil pemeriksaan visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan di dalam tubuh korban,” katanya. (mif/kpg)

PROKALTENG.CO – Fakta baru terungkap dalam kasus ditemukannya Maslianor (62) meninggal dunia mengapung di Sungai Mentaya, kawasan Pelabuhan Susur Sungai Kompleks Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Sampit.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya sudah beberapa kali tercebur ke sungai, namun selalu berhasil diselamatkan oleh suaminya.

Kondisi kesehatan korban yang mengalami gangguan penglihatan serta stroke ringan diduga menjadi perhatian keluarga.

Electronic money exchangers listing

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengatakan, dari keterangan suami korban kepada polisi, korban diketahui memang sering beraktivitas di sekitar pinggir sungai. Aktivitas tersebut di antaranya mencuci peralatan makan hingga mandi.

Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya sudah beberapa kali tercebur ke sungai. Namun, kejadian itu selalu berhasil ditangani karena suami korban segera memberikan pertolongan.

Baca Juga :  Tali Pusar Masih Menempel, Bayi Ditemukan Warga di Semak-semak

“Menurut keterangan dari suami korban bahwa korban sering beraktivitas di pinggir sungai baik untuk mencuci peralatan makan dan mandi, untuk korban sudah sering tercebur ke air tetapi selalu sempat diselamatkan oleh suami korban,” ungkapnya, Senin (29/6/2026).

Selain itu, korban disebut mengalami rabun dan stroke ringan yang membuat keluarga semakin khawatir terhadap aktivitasnya di sekitar sungai.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

“Hasil pemeriksaan visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan di dalam tubuh korban,” katanya. (mif/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru