PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tragedi berdarah saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalteng, tidak hanya meninggalkan duka atas gugurnya tiga anggota Polri, tetapi juga menyisakan kisah dramatis sembilan personel lainnya yang berhasil selamat setelah dikejar massa bersenjata.
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengungkapkan para anggota terpaksa mundur demi menghindari jatuhnya korban sipil di tengah situasi yang mencekam.
Menurutnya, keputusan itu diambil saat personel Satresnarkoba Polres Katingan menghadapi kepungan massa yang membawa senapan, parang, dan balok kayu.
“Masyarakat itu datang walaupun membawa senjata tajam, membawa senapan, membawa kayu, tapi mereka tidak melakukan apa-apa. Hanya pelaku-pelaku inilah yang beringas, mereka tetap melakukan penyerangan terhadap anggota,” ungkap Irjen Pol Iwan Kurniawan usai konferensi pers di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan, langkah mundur dipilih untuk mencegah bentrokan meluas dan menghindari adanya korban dari kalangan masyarakat.
“Anggota pada waktu itu berpikir, daripada nanti ada masyarakat menjadi korban, akhirnya mereka memilih untuk mundur,” tambahnya.
Namun, para pelaku yang disebut berada di bawah pengaruh narkoba terus mengejar petugas. Dalam kondisi gelap dan minim penerangan, sembilan anggota berpencar untuk menyelamatkan diri.
Sebanyak delapan personel memilih terjun ke sungai untuk menghindari kejaran massa. Sementara Kasatresnarkoba Polres Katingan, AKP Affan Effendi Batubara, terperosok ke dalam lubang di tepi sungai.
“Jadi ketika mereka menyelamatkan diri, yang delapan orang terjun ke sungai dan Kasatnya, pada waktu itu terperosok masuk ke dalam lubang dekat di pinggir sungai,” bebernya.
AKP Affan kemudian bertahan bersembunyi di dalam lubang tersebut hingga pagi hari. Ia baru berhasil dievakuasi setelah anggota lain datang mencarinya.
“Dan dia akhirnya bertahan terus di situ sampai pagi. Setelah anggota datang, di situ baru dia bisa diselamatkan, bisa keluar dari tempat persembunyiannya itu,” tuturnya.
Peristiwa itu terjadi setelah para anggota menyaksikan salah satu rekan mereka, almarhum Aipda Yudhi, gugur dalam penyerangan.
Untuk memulihkan kondisi personel yang selamat, Polda Kalteng memberikan pendampingan psikologis dan pemulihan sesuai prosedur internal.
“Saat ini anggota kami yang selamat, kita tetap lakukan sesuai dengan prosedur yang ada di internal kepolisian. Mereka dilakukan konseling, juga pemulihan,” tegas Iwan.
Kapolda memastikan seluruh personel yang selamat telah pulih dan kembali menjalankan tugas.
“Dan saat ini udah kembali bertugas mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, proses hukum terhadap kasus tersebut terus berjalan. Hingga kini, sebanyak sembilan pelaku penyerangan telah berhasil diamankan. (her)


